Monday, 27 December 2010

anak lelaki yang sebenarnya pahlawan

sore. semburat. jingga. abu. asbak. gelas. asap. rokok. pemantik. rintik.
buku. rak. lembab. sandwich. kopi. es. jendela.
tawa. hening. asa. menguap seiring rasa yang tak henti berkembang.
kamu.
ya, kamu.
untuk kamu sebuah tulisan tak berarah mengalun.

kamu.
alasan sebuah cerita mimpi mulai mengalir dalam tinta.
tergurat untuk diingat.
diam terdokumentasi dalam nyata.

kamu.
terima kasih.
telah membuat sebuah nyawa berani bermimpi.
"coffee time and talk and laugh and now i'm missing you, pleaaaseeeee"

-nurulita adm 

Friday, 24 December 2010

Before you judge, listen. Before you listen, see. There are always two sides of every story. 




@ 

Thursday, 23 December 2010

perfectly imperfect

" turut berduka cita untuk telinga yang sudah tidak bisa mendengar
sebuah hati yang sudah tidak merasa
mata yang enggan melihat
pikiran yang selalu menyangkal
selamat datang jiwa yang mati di raga yang sehat "

aku mulai kehabisan tenaga, ayah.
untuk sebuah pembuktian yang tak kunjung kau lihat.
dengan sebuah bentuk kepedulian yang selalu kau tampik.
kalau memang kau ingin tak peduli, bukan berarti semua pun harus begitu.
bahwa dunia kita berbeda.
perasaan akan sebuah lelah yang kian menumpuk, mungkin aku sudah tidak bisa meledak.
karena lubang hitam yang kuciptakan untuk menyimpan semua sakit sudah berkembang terlalu besar.
menghisap terlalu banyak. mengetahui terlalu jauh.
dan sebuah hati sedang bertaruh di tepinya.

idealismu mulai membunuh aku perlahan.
meredupkan yang tidak pernah menyala.
menghentikan yang belum sempat dimulai.

sekali ini, ayah.
terima kalau memang aku bukan anak yang sempurna.
bahwa aku berbeda, darimu.

Wednesday, 22 December 2010

home. suddenly seems so far

aku rindu jatuh cinta.
dengan merahnya senja yang terbelah tepat di tengah oleh sinar kuning.
silau. kuat. tapi teduh menenangkan.

aku rindu jatuh di pelukan malam.
menggunakan sulaman yang sudah lelah dikerjakan senja, perlahan menyelimuti dan membuat kidung tipis di perlindungan.

aku masih enggan menangis karena hujan tak kunjung menjemput.

duniaku sedang tidak bersahabat.
oh harusnya aku berhenti melontarkan pembenaran.
aku sedang tidak bersahabat.
sejenak ingin berlari lalu sembunyi.
tanpa dilihat senja dan tidak perlu diketahui malam.
aku sedang ingin bercinta dengan hujan.
diam.
lalu menangis.
" i just miss you, home. come back soon."
 it's not the pain i can hold tight myself. i miss you.
-nurulita adm 

Tuesday, 21 December 2010

december in time

it's december and i'm trying to write (again) my wishes, well random ones.

* i wanna have good score and good IP for this semester
* i need to go somewhere far enough to have some coffee and books and candle
* i wanna have a CD contains : come home-one republic; all i need-tom felton; i started a joke, to love somebody, and don't forget to remember by bee gees (three of them); have i told you lately-power of love; gaze and after the rain by adhitia sofyan; and...i don't know. but all in one CD
* i wanna see some fireworks (i just really miiiisssssss to see them)
* another new hair, new fresh look

come home - one republic

[Verse 1]
Hello world
Hope you're listening
Forgive me if I’m young
For speaking out of turn
There’s someone I’ve been missing
I think that they could be
The better half of me
They’re in the wrong place trying to make it right
But I’m tired of justifying
So i say you’ll..

[Chorus]
Come home
Come home
Cause I’ve been waiting for you
For so long
For so long
And right now there's a war between the vanities
But all i see is you and me
The fight for you is all I’ve ever known
So come home

Oh

[Verse 2]
I get lost in the beauty
Of everything i see
The world ain’t as half as bad
As they paint it to be
If all the sons
If all the daughters
Stopped to take it in
Well hopefully the hate subsides and the love can begin
It might start now..Yeahh
Well maybe I’m just dreaming out loud
Until then

[Chorus]
Come home
Come home
Cause I’ve been waiting for you
For so long
For so long
And right now there's a war between the vanities
But all i see is you and me
The fight for you is all I’ve ever known
Ever known
So come home
Oh

[Interlude]
Everything i can’t be
Is everything you should be

And that’s why i need you here
Everything i can’t be
Is everything you should be
And that’s why i need you here
So hear this now

[Chorus]
Come home
Come home
Cause I’ve been waiting for you
For so long
For so long
And right now there's a war between the vanities
But all i see is you and me
The fight for you is all I’ve ever known
Ever known
So come home
Come home 


-gosh, i LOVE this song

Sunday, 12 December 2010

" What? a lie? "
" No. not at all. it just feels.... fake. " 
-nurulita adm

wake up, little girl. the earth's calling

night, little light, coffee, and you.
just like my favourite.
but minus coffee and you.
now it's just night, a little light and me.
oh well, it's still lovely.
but not with the tears.
and now i'm ruining all my fairy tale, writing some notes which i know you'll read and i just keep writing. in any order my finger walks, in any thought my brain can talk.
you'll just turn into some other man that i feel familiar with.
similar. but not the same.
this one feel... i don't know..worse? oh you silly stupid girl, stop having some high expectation, it would just killing you inside. maybe the problem lies within me. for any stupid dream i've been dreaming of. for any 'lovely' high hopes i've been hoping for. maybe i just need one slap to waking me up.
welcome to reality. and you should stop being too.... i don't know, sensitive?
oh you should just go numb.

#random, really. just some night-selftalked. nothing more.

wake up, little girl. the earth's calling

night, little light, coffee, and you.
just like my favourite.
but minus coffee and you.
now it's just night, a little light and me.
oh well, it's still lovely.
but not with the tears.
and now i'm ruining all my fairy tale, writing some notes which i know you'll write and i just keep writing. in any order my finger walks, in any thought my brain can talk.
you'll just turn into some other man that i feel familiar with.
similar. but not the same.
this one feel... i don't know..worse? oh you silly stupid girl, stop having some high expectation, it would just killing you inside. maybe the problem lies within me. for any stupid dream i've been dreaming of. for any 'lovely' high hopes i've been hoping for. maybe i just need one slap to waking me up.
welcome to reality. and you should stop being too.... i don't know, sensitive?
oh you should just go numb.

#random, really. just some night-selftalked. nothing more.

Thursday, 9 December 2010

sejenak aku merindu mundur dari detik yang kian maju
melangkah mundur. dan menapaki jalan dimulai dari tepi
kalau saja kamu mengerti. dunia ini sudah semakin mundur melalui kesadarannya.
dan betapa waktu berlari begitu cepat meninggalkan moral di belakang.
untuk sesaat aku termenung menatap kopi yang mulai mendingin.
meninggalkan kerak di dasar cangkir putih yang sekarang menjadi kelabu.
duniaku sudah tidak sekontras dahulu.
ada kelabu di tengah sana yang ikut berkontribusi sekarang.

meninggalkan jejak menguning yang akan semakin tertinggal di belakang.
sementara sang waktu menembus dimensi dan moral tertinggal di ketiadaan.

Thursday, 2 December 2010

lantai 3, 2 desember 2010, 15:49

kekangan kata atas nama ilmiah mulai membuat imajinasi buntu.
kerjaan saya sekarang hanya sampai pada memandang layar putih kosong yang mengais untuk digurat.
rindu rasanya mengalirkan kata-kata dan bertingkah selaku pelukis yang sedang menggores kuas kecilnya di kanvas.
saya hanya rindu masa-masa dimana hari itu dengan jelas tak kan kembali.
tidak sekarang, tidak juga nanti.
mungkin suatu saat nanti. saya percaya hal itu seiring dengan kepercayaan saya akan adanya sebuah reinkarnasi.
nihil.
nyaris sempurna mendekati ketiadaan.

saya rindu saat malam saya damai tak terusik dengan dentingan detik yang kian mendekatkan saya dengan fajar.
saat memang hanya ada malam dan hening yang bersatu menguapkan pagi.
dan ketika pagi yang ceria mulai bangun, kami bisa berpisah baik-baik.
akhir-akhir ini hidup kembali menuntut menuntun saya untuk menjadi seorang realis.
hidup dengan area abu yang semakin hari terasa semakin meluas.
mengeliminasi mimpi-mimpi yang selama ini membuat saya hidup.
bahwa pergantian malam dan pagi pun terasa semakin kabur.
hanya disatukan oleh kepanikan yang nampak memang nyata.

tapi tetap saja sisi pemimpi bagai anak kecil yang sedang terbuai tidur selalu ingin kembali meruak.
menepis kenyataan dengan segenggam ego.
kembali terlelap dalam mimpi indah.
untuk semua wanita adalah putri.
dan seorang pria adalah pangeran yang menemukan sepatu kaca sebelah, atau putri yang sedang tertidur sekian lama, atau putri yang meninggal karena racun, atau seorang duyung yang rela menjadi manusia.

atau mungkin sebenarnya saya yang terlelap terlalu lama dengan mimpi indah di sebuah pulau yang memang tidak pernah ada?
ga bisa nulis !!

-ARMAND

Monday, 29 November 2010

what a beautifuly s(k)eeing

Kampus. 27 November.


sudah genap tiga bulan aku ada di kampus ini.
dan sudah genap tiga bulan aku sama sekali tidak pernah melihat Danis.
atau mungkin orang yang mirip dengan Danis.
atau mungkin sebenarnya orang itu sama sekali tidak ada.
mungkin hanya sekedar halusinasi saja.
ah ya, entahlah.

tapi hidung dan matanya.
juga bentuk tegap tubuhnya saat berjalan.
begitu... Danis.
hahhhhh.. entah apa yang kupikirkan.
sudah sangat lama semenjak terakhir kali aku melihat Danis.
mengingat segalanya sedetail itu terasa agak tidak mungkin.

"...... kelas hari ini cukup. terima kasih." samar-samar kudengar suara seseorang.

Oh. yah, ternyata suara yang terdengar jauh itu adalah suara dosen yang sedang mengajar di kelas yang saat ini kutempati.
ternyata menulis 2 digit angka dan satu nama bulan bisa membuatku melambung begitu tinggi.
aku segera membereskan barang-barang dan berjalan dengan sedikit tergesa ke luar.

hari sudah sore saat aku menapaki lorong terbuka di kampus ini.
langit berwarna jingga kemerahan dan berangsur semakin merah.

17.46.
dan aku sudah telat 16 menit untuk bertemu dengan orang yang akan membantu kepindahanku.

hegh. jam ngaret. kuliah mulai ngaret, apalagi selesainya.


BRUK

" ah. maaf.."

" Maaf juga. maaf saya keburu-buru tadi."
Deg. suara itu. oh tidak, jangan mulai berhalusinasi lagi.
aku segera membereskan buku yang tadi berantakan dan baru akan menyerahkan pada pria yang tadi bertabrakan saat...
" Pake softlens, Ray?"
Danis.
Orang yang kutabrak memang Danis.

aku mengangguk kecil sebagai jawaban.

" cantik."
aku terdiam.
Yeah, great. setelah sekian lama tidak bertemu, reuni ini hanya membuahkan rona kemerahan lain padaku.


sekali lagi terselamatkan oleh senja.

Sunday, 28 November 2010

you just turn into him.
and the feeling it has brought itself.
just, him.
or maybe i just deserve to get some sweet revenge.

Friday, 19 November 2010

angel



Spend all your time waiting
For that second chance
For a break that would make it okay
There’s always one reason
To feel not good enough
And it’s hard at the end of the day
I need some distraction
Oh beautiful release
Memory seeps from my veins
Let me be empty
And weightless and maybe
I’ll find some peace tonight

In the arms of an angel
Fly away from here
From this dark cold hotel room
And the endlessness that you fear
You are pulled from the wreckage
Of your silent reverie
You’re in the arms of the angel
May you find some comfort there

So tired of the straight line
And everywhere you turn
There’s vultures and thieves at your back
And the storm keeps on twisting
You keep on building the lie
That you make up for all that you lack
It don’t make no difference
Escaping one last time
It’s easier to believe in this sweet madness oh
This glorious sadness that brings me to my knees

In the arms of an angel
Fly away from here
From this dark cold hotel room
And the endlessness that you fear
You are pulled from the wreckage
Of your silent reverie
You’re in the arms of the angel
May you find some comfort there
You’re in the arms of the angel
May you find some comfort here 


*great song 
i just miss some coffee
letting its caffeine to find a way back home in my blood just some interesting moment
when you get relax
and suddenly numb -without knowing it-

and maybe i just need some downpour
to take my voice away so no one has to hear when i scream
to hide my soul so no tear would be seen

or another time tunnel to get lost in

Tuesday, 16 November 2010

“When we’ll say our goodbyes we know it’s better that way. We won’t break. We won’t die. It’s just a moment to change all we are, all we are. Is everything this way? All we need, all we need, is a lover’s alibi.”One Republic (via quote-book) (via retiamartisya)

aulia fatwa farizqa

jadi titik mana yang tergores? biar aku hapus agar garisnya tetap mengarah ke arah yang seharusnya. cerita ini membelok terlalu tajam.

(another) from the tumblr of mine

sudah banyak kertas yang dibiarkan kosong
momen yang dibiarkan terlewat
kata yang dibiarkan tersembunyi
tetap diam sampai mata yang terkadang lelah menatap sendiri
entah apa yang mau saya tulis
beberapa waktu ini hidup menuntut menuntun saya menjadi sedikit lebih dewasa.
mengurangi sarkas, dan menerima apa adanya
mungkin untuk itu lembaran kertas itu dibiarkan kosong
mengisi sudut-sudut ingatan saya untuk sekedar mengingatkan
tidak baik mengisi semua dengan terlalu penuh
Q : why did Cinderella run away at midnight?
 A : to remind us that everything does have its limitations, 
even dreams

when rainy going chilly, bitty and hurt(y)

" bagaimana kalau memang kamu berbeda sekarang, Nara?"
" aku hanya memberi kenyataan. kamu yang selalu lari, Re."
" mungkin aku memang hanya mampu sebagai pengecut."
" Re.. kamu lebih dari itu."
" atas semua argumenmu, Nara. berhenti disana. kamu tidak tahu apa-apa sekali ini."
" Ayolah.. sampai kapan kamu akan seperti ini?"
" sampai kamu, Narandra Aleansya Anugrah Putra, berhenti lari, diam dan hadapi esok."
" Re.. ini bukan tentang aku. ini tentang kamu yang menyerah secepat ini."
" diam, Nara. berhenti membacaku. aku lelah."
aku beranjak dari meja itu lalu mulai berjalan perlahan ke arah pintu keluar.
" Re.." Nara memanggilku lembut.
aku hentikan langkahku, menghadap padanya, " hanya saja, itu... berhenti saja."
lalu sanggahannya pergi menghilang ditelan hujan.
" i miss my night when it falls in silently, so there'd would be no more sound but you and me "

- nurulita adm 
" It is our choices that show what we truly are, far more than our abilities. "

- via fuckyeahonhermione 
" so sorry.. but there's always a 'r' and 'e' letters that lost in time. and let it be together with the 'sign' "

- nurulita adm 
" and if you lucky i will be the last regret, your only friend."

- inside-out  by yellowcard
Vonis jatuh
Gagak menjerit
Lagit hitam datang menggebu

Menjerit kelam dalam kepasrahan
Wanita duduk diam sebagai pencandu
Bahwasanya kenyataan ia menyadari dirinya sebagai candu
Entah mengapa terasa mulai menitik

Menggaris urat nadi tepat seperti sebilah belati membagi kertas tipis setebal helaian rambut
Dari sini pena mulai mengalun secara absurd
Membentuk sebuah kisah abstrak yang menjelma dalam nyata

Berderai mata seiring runtuhan nada
Haruskah malamnya datang sekelam ini?

Monday, 8 November 2010

" cause you're so true and it's kinda great to know that truth is not always hurt "

-nurulita adm 

Friday, 5 November 2010

mulai banyak pertanyaan muncul.
mulai banyak peristiwa terjadi.
mau sampai kapan ga peduli, hey?
saya yakin secuil doa kita akan sangat berarti suatu saat.
cara bersyukur untuk sebuah keselamatan bukan dengan merendahkan harga diri demi sekeping uang yang akan habis sia-sia dengan teriakan tidak perlu.
terserah jika memang semua bilang harga diri saya terlalu tinggi.
kalau iya, kalian mau apa?
saya hanya ingin membantu.
miris melihat tumpukan melayang dengan sayang.
saya hanya ingin mencoba membantu.

mau. sampai. kapan. kalian. diam. dan. tertawa. seakan. tidak. ada. apa-apa?

Sunday, 31 October 2010

otak sama hati saya lagi pergi entah kemana
masalahnya ga ninggalin surat kapan bakal pulang

Saturday, 30 October 2010

ada satu pintu yang terketuk disana
terbuka seiring ribuan belati menusuk

Friday, 22 October 2010

haruskah?
memaksakan sebuah benci yang tak akan kunjung muncul
yang malah mulai menggerogoti esensi dari benci itu sendiri
terima saja
kamu memang bukan untuk dibenci
setidaknya olehku

from the tumblr of mine

sudah banyak kertas yang dibiarkan kosong
momen yang dibiarkan terlewat
kata yang dibiarkan tersembunyi
tetap diam sampai mata yang terkadang lelah menatap sendiri
entah apa yang mau saya tulis
beberapa waktu ini hidup menuntut menuntun saya menjadi sedikit lebih dewasa.
mengurangi sarkas, dan menerima apa adanya
mungkin untuk itu lembaran kertas itu dibiarkan kosong
mengisi sudut-sudut ingatan saya untuk sekedar mengingatkan
tidak baik mengisi semua dengan terlalu penuh

well then, call me a daydream-girl

kalau memang aku terlahir menjadi seorang spontan yang sangat riang gembira,
mungkin aku sudah berteriak di tengah keramaian, " hey kamuuuu...iyaa kamuu..aku cinta kamu."

mungkin juga di hari lain saat aku menjadi seorang keras kepala dan pemarah,
mungkin aku sudah mencaci di tengah hujan, " kamu! mengganggu tau!"

dan tidak menutup kemungkinan di suatu hari saat aku menjadi seorang melankolis yang tak bisa berhenti bicara,
mungkin aku sudah memelukmu di pinggir jalan sambil menangis, " kamu. jangan pergi."

dan kalau memang aku bukan menjadi aku yang sekarang,
maka mungkin aku sudah mengetuk pintu rumahmu, membawakan secangkir kopi dan masakan kesukaanmu,
tersenyum, " hey kamu. terima kasih."

Tuesday, 19 October 2010

 "I love you with every memories i never had about you. "

-nurulita adm

Monday, 18 October 2010

hanya saja

aku hanya rindu.
maaf ya..
dunianya mulai sunyi. bermain sepintas dengan sepi. mengisi terali, mengambang di batas peraduan. kemana? indung malam pergi bersama tawa bulan. yang tinggal hanya hujan yang bahkan tak mau merintik. membawa satu ke titik pekat. lalu berpeluh disana. sendiri.

pleaseeeeee

butuh satu kosong untuk membuat isi pikiran saya kembali dengan nara, natra, tian dan danis. please :(

Saturday, 2 October 2010

hey hujan
apa kabar?
sudah lama aku tidak betemu denganmu saat aku sedang bersamanya
kemana kamu?
aku rindu

aku titipkan secarik kata untukmu pada awan
biarkan ia berbisik untukku
aku rindu kamu
aku merindu tawa yang selalu kau rintikkan di antara kami

aku rindu waktu yang kau hentikan saat kita sedang bersama
aku mati untuk ruang kosong yang selalu kau sediakan

aku hanya ingin sejenak
bernapas seiring tetesan

Friday, 3 September 2010

"we're singing a quiet song
we're talking in a silent "
" I'm missing us."

-nurulita adm

Thursday, 2 September 2010

autis sarcatism

sapaan angin lembut menyapa daun kering yang menua
menyirat guratan keraguan sepi di ujung simpang
langit berpeluh tak lama lagi
mengisi kosongnya haru dalam benak
meruang bersama tawa lepas layang-layang putih besar di ambang horison
"aku melemah," jeritnya
"mengapa?" sesaat tiba sang angin bertanya
"karena kamu berhenti mewarna dunia."
anggun nian layang pun pergi
seutas jerit kepasrahan membahana seiring hingar bingar yang semakin terdengar
tersaruk bersama beban yang perlahan mengiris nadi
terhenti seiring asa yang meredup bersama degup
perlahan mengatupkan kepak malam yang terbangun belai embun,
sementara indung pagi yang lelap menyapa haru dalam mimpi. menunggu lembayung asa menjemput.
lalu kembali ke pangkuan

Tuesday, 31 August 2010

mau sampai kapan mengekang nadi yang terus tersayat
menghias luka perlahan dengan guratan kecil penuh makna
merah indah menggantung di tengah putih
perih
sakit
sial
marah
mau sampai kapan?
sampai asa jatuh lemah terkulai dan menutup sayap
detik itu satu lubang kecil tertutup
membuka kesempatan lubang lebih besar untuk menganga

Saturday, 28 August 2010

oh ayolah
aku sedang sangat-sangat ingin tak peduli
sapaanku saja tak pernah ada di mimpimu

lalu kenapa aku masih terdiam disini sekarang?
hemm
baiklah..
aku mulai berjalan

.............................................

eh bukan kesini..
kenapa aku malah berjalan ke arahmu lagi?

Wednesday, 25 August 2010

tau apa kamu?
bahkan kalau boleh teriak mungkin suaraku sudah habis

aku merindu monokromatik di tengah hari pelangi

mengertilah akupun sedang ingin melapur
mengabur bersama putih kapur di kejauhan
membiarkan hitam perlahan menjejak lalu tinggalkan asa disana

-nurulita adm

Friday, 20 August 2010

when summer's taking my breath away

okay, mungkin cerita-cerita tadi memang terlalu panjang untuk sebuah prolog.
prolog?
hemm pengenalan diri mungkin lebih tepatnya.
atau pengenalanku akan sesosok Danis?

ah entahlah..
mungkin hanya sedikit pengharapan perjalananku kali ini membawaku kembali padanya.
cih..
terlalu melankolis.

sudah tiga tahun aku tidak menginjakkan kaki di tanah air.
terlalu sibuk menyelesaikan studiku disana.
dan sekarang aku kemari sebagai mahasiswi S2 di salah satu universitas kebanggaan tanah air.

Buk!
" Eh, maaf neng.." salah satu wanita berseragam pekarya membuyarkan lamunanku.

" Raya.. are you alright?"

aku mengangguk pada mentorku dan cepat-cepat berjalan menyusul karena beliau sudah berada sangat jauh di depanku.

baru 5 menit berjalan dan sudah tidak kuhiraukan lagi penjelasan-penjelasan yang keluar dari mulut mentorku.
terlalu sibuk mengagumi pemandangan di sekelilingku.

" Raya."

" Ya, pak?" dengan sedikit gelagapan takut ke-gap tidak memperhatikan penjelasan darinya aku menjawab panggilan mentorku.

" bisa lihat-lihat sendiri sebentar? saya temui kamu pukul dua belas tiga puluh di ruangan saya ya.."

aku melirik jam tangan putih di pergelangan tanganku, 12.15.
masih ada 15 menit untuk berjalan-jalan.
aku mengangguk lalu mentorku pun pergi meninggalkanku sendiri.

15 menit.
baiklah.. jadi kemana aku harus pergi terlebih dahulu?
baru aku akan mengambil langkah di tengah kerumunan orang yang baru keluar kelas, saat mataku menangkap sesosok yang terasa familier.

dan detik terasa berhenti mengalir saat sosok itu melirik ke arahku -entah apa yang dilihatnya-.

Danis.
Biru
Padu
Merah

Biru
Padu
Merah


Biru
Padu
Merah


keep repeating and the frequently is more often by day
" saya kangen nulis mengalir kaya dulu lagi yaa ampun."

Monday, 9 August 2010

gonna missing us.

masih terselip sedikit lembar tawa di antara tangis yang pernah menitik
juga secarik tangis haru di tumpukan bahana tawa

pernah ada air yang menitik karena tawa tiada akhir
seringkali ada kaki yang terinjak saat langkah kita sedang begitu dekat
bahkan terasa lucu saat orang-orang menatap jengah ke arah kita
terasa terganggu dengan sebuah keributan kebersamaan yang kita bawa ke atmosfer

duniaku baru
berwarna persis seperti lagu "balonku ada lima"
duniaku angkuh
berisi jutaan kesombongan masa muda akan sebuah pengharapan masa depan
duniaku ricuh
berisi tawa tanpa henti serta tendangan bertubi

berarti
tak seberharga impian mungkin
tapi nyata


" aulia fatwa farizqa - FTSL ITB "



" hanifa adani - FK YARSI "




" Tara zhafira - FK UNPAD "



" reaca raksa teruni - PAJAK STAN "



dan sekarang, dunia saya utuh :)

Friday, 6 August 2010

selembar putih di hadapanku kosong
berteriak minta diisi
tapi otakku malah kram
tidak bisa memikirkan kata yang tepat untuk mulai diukir

otaknya sedang penuh tentang kamu
dan semua hal yang pernah kamu lakukan
ayolah..
otakku kram karena masih belum bisa menemukan suatu hal yang membuatmu melakukannya

aku tidak pernah merasa dihargai seperti itu
lalu kenapa kamu?

oh bukan, bukan
nampaknya pertanyaanya harus diganti

kenapa aku?
mungkin
suatu hari nanti
saat minyak bercinta dengan air
aku baru akan mengerti

mungkin
suatu waktu di saat yang tersesat
saat kematian mulai tertebak
aku baru akan membalas bagaimana

Wednesday, 4 August 2010

caramel chilly sky collapse

" aku mau pulang, Tian."

" pulang?"

aku mengangguk sekali.

" Re.. ini rumahmu."

" bukan. rumahku di Indonesia. bukan disini. pengap."

" Re.."

" ayolah Nara. makin sesak rasanya berada satu atap dengan orang-orang yang tanpa henti menganalisa perasaanmu. tanpa pernah benar-benar peduli."

" Hey hey..," Tian meninggalkan kursinya dan duduk di sebelahku, " jangan berpikiran seperti itu."

" berpikiran?" beraninya Tian bicara seperti itu.

Natra yang sepertinya mulai membaca kemana arah pembicaraan ini akan berlanjut, cukup tahu diri dan mengambil inisiatif untuk pergi sejenak dari hadapan kami.

" Aku jalan ke toko sebelah dulu ya.."

aku dan Tian mengangguk bersamaan.
kami berdua terdiam menatap Natra yang akhirnya menghilang di balik pintu kedai.

" Re.." Tian membalikkan badannya menghadapku.

" aku hanya ingin pulang."

" aku disini. kamu mau kemana lagi? aku khawatir kalo kamu ga ada di depan aku."

" I wanna go home. not going to my house. I need my home, not just some motel." aku memberinya penekanan dalam kata need.

Tian terdiam mendengarnya, membuatku meneruskan kalimatku.

" mungkin itulah alasan sebenarnya aku memilih diam di Indonesia. berkeras melanjutkan studi S1-ku disana. mungkin bukan karena memang aku ingin benar-benar cinta Indonesia. tapi karena disana aku merasa memiliki rumahku sendiri. tempat tanpa tudingan. tempatku merasa utuh. dan mengingat hakku sepenuhnya."

Tian menyenderkan tubuhnya lalu mengusap kepalaku.

" ke apartemen yuk.. aku akan diam dan membiarkanmu menangis disana."

aku mengangguk perlahan lalu mengikuti Tian keluar dari kedai setelah membayar semua pesanan.

" Tunggu disini ya.." Tian berlari kecil menuju ke toko sebelah. terlihat berbincang sedikit dengan Natra sebelum akhirnya keluar dan menarik tanganku.

" ayo.."
for the first time i found myself in rebellion.

maybe after all this ages.
maybe i just get fed up wondering why.
playing some "good-girl-with-no-emotions"
maybe i DO have emotions.

when will you get this things right?

Tuesday, 3 August 2010

one republic's song

Stop and stare
I think I'm moving but I go nowhere
Yeah I know that everyone gets scared
But I've become what I can't be, oh



Stop and stare
You start to wonder why you're here not there
And you'd give anything to get what's fair
But fair ain't what you really need
Oh, you don't need
" i ever wish i did. i do. and still. "

- nurulita adm 

Sunday, 1 August 2010

once in a summer down

sudah pukul 3.
bukannya menguap, mataku malah terbuka semakin lebar.
tidak masalah kalau sekarang bukan pukul tiga dini hari dan besok aku harus bersiap ke bandara pukul 10.
bandara.
hahhhh..
benci saat tau liburanku sudah berakhir.
tiga minggu sudah aku diam disini.
menghabiskan setiap hari bersama....

tok tok
dua ketukan di pintu dan refleks aku duduk di kasur.

siapa yang mengetuk pintu?

terdengar tiga ketukan lagi di pintu.
oke, mulai mengerikan.
dua ketukan kemudian menyusul.

freak.
siapa yang ngetok pintu orang jam segini?

" Ray.." suaranya..

aku langsung berlari ke depan pintu dan membuka gerendelnya perlahan.

" Selamat dini hari, nona."

Danis. dan rapi sekali dia hari ini.


converse hitam belel dengan sedikit sobekan, celana jeans panjang biru dongker dan polo shirt putih.
tampan.
dan berkharisma seperti biasanya.

" kalau aku lagi tidur gimana?"

" tapi kan kamu nggak lagi tidur sekarang." cengiran khas Danis membuatku akhirnya ikut tersenyum.

" Well.. selamat dini hari, tuan Danis."

" Boleh duduk disini?"
aku mengangguk saat Danis menunjuk kursi yang ada di teras penginapan.

kami terdiam cukup lama.
hanya suara gemerisik daun tertiup angin yang sesekali menemani, seakan ingin memecah keheningan yang sedang terasa sangat memekik.

" Kamu.. besok pulang?"

" hari ini." aku mencoba menjawab dengan nada biasa. berhasil kulakukan, walaupun keringat dingin sedikit muncul.

" ke... Jakarta?" tanyanya perlahan.

tarikan napasnya terdengar senang saat aku mengangguk.

" Kamis aku kembali ke Itali."

Danis terlihat menegakkan tubuhnya tiba-tiba.
lalu dengan sengaja berpura menarik napas santai.

" hemm.. 2 hari lagi ya berarti."

aku mengangguk kecil.
perlahan.
hemm.. maksudku, sangat perlahan.

"berangkat jam berapa, Ray?"

" Kapan?"

" hari ini."

" hem.. jam 10 check out."

terdengar tarikan napas kuat darinya. dan dariku.

tiba-tiba Danis menarik dirinya duduk tepat di sebelahku.
menarik kepalaku ke arah bahunya, lalu membiarkannya diam disana.

baiklah. aku menurut, jadi sekarang aku bersandar di bahunya.
dan aku siap mati bila Danis tetap diam.


" ah.. aku jadi deg-degan." Danis berkata pelan.

ah malam, biarkan sejenak aku seperti ini.
biarkan kata yang belum terucap tetap tersesat di ruang hampa jika memang sekarang adalah dunia tanpa waktu.

Thursday, 29 July 2010

random wishes on august

* bikin bola2 coklat tapi pake oreo hemm.. yummy~
* pengen punya boneka naga atau pinguin
* mau masak apa ajaaaaa deh yang penting masak sambil bisa keketawaan
* pengen jalan jauh sambil ngobrol
* pengen mood nulis baliiiiikkkk :(( :((

Wednesday, 14 July 2010

ah entahlah
bahkan otakku beku
sinkronisasi dengan jemari semakin minim
nyaris menghilang

rasanya sama seperti melayang
tenang
mengambang
hilang
tersesat

tenang?
ah yaa..
mungkin rasaku yang sedang mati

lalu mengapa wajahku tetap basah?
apa? kata sayang?
hemm..
percuma tanpa telinga yang mau mendengarkan
tanpa pundak yang bisa dijadikan sandaran
tanpa senyum yang bisa menenangkan
tanpa mata yang senang memperhatikan
tanpa tangan yang bisa dijadikan pegangan
tanpa hati yang mau merasa
dan akan sangat percuma dengan jutaan penghakiman yang diberikan

Tuesday, 13 July 2010

Nurulita Tyas: aku ga lari..aku cuma pulang ke rumah
Nurulita Tyas: :((
Armand Putra: ahahaha
Armand Putra: dan kamu lari ke arah yg bner ko sayaaang
Armand Putra: :*
Nurulita Tyas: aku ga lariiiii
Nurulita Tyas: aku pulaaaang
Nurulita Tyas: :((
Armand Putra: muu cup cup cup cup
Armand Putra: iyaiyaiya sayaang
Armand Putra: kmu pulang ke rumah yg bner
Armand Putra: yang dari dulu udah nungguin kamu buat masuk ke situ
Nurulita Tyas: muuuuuuuuuuuuu
Armand Putra: yg dari dulu pgn kmu di dalemnya, supaya ga diganggu siapa2
Armand Putra: cuman.....
Armand Putra: dia ga bsa bicara
Armand Putra: dia hanya bsa ngebukain pintunya buat kmu
Armand Putra: sampai akhirnya
Armand Putra: si rumah itu bsa bilang ke kamu
Armand Putra: biar cuman pake gambar
Nurulita Tyas: muuuuuuuuuuuuu
Armand Putra: tp kmu bsa ngerti
Armand Putra: dan skarang,
Armand Putra: rumah itu gamau kamu pergi
Armand Putra: dan slalu pgn ikut kamu kmana2
Armand Putra: :*
Armand Putra: kamu punya rumah yg gede ko sayang,
Armand Putra: kmu bsa tulis smua hal yg ganggu kamu di dindingnya
Armand Putra: dan si rumah ajaib ini bakal ngehapus buat kamu
Armand Putra: :*
Armand Putra: so,
Armand Putra: don't go away from this home
Nurulita Tyas: aku gatau mau nulis apaaaa
Armand Putra: because this is your home, not house
Armand Putra: :*
Armand Putra: okaay?
Armand Putra: rumah ini dindingnya lebih tebel dari rumah manapun
Armand Putra: apapun yg kmu tulis
Armand Putra: pake apapun kamu gedor
Armand Putra: siapapun yg mau dobrak
Armand Putra: ga akan roboh
Armand Putra: :*
Armand Putra sedang mengetik...
Armand Putra: designed just for you
Armand Putra: dan apapun yg kamu tulis
Armand Putra: si rumah ini ga pernah ngeluh kok
Armand Putra: dia ga bsa bicara
Armand Putra: bukan brarti dia mati
Armand Putra: apapun yg kamu tulis
Armand Putra: pasti dibantuin sama si rumah ini
Armand Putra: :*
Armand Putra: yah
Armand Putra: soalnyaa
Armand Putra: si rumah ini gamau punya penghuni lain
Armand Putra: jadi
Armand Putra: dia harus melayani kamu, yg ada di dalemnya skarang
Armand Putra: jadii..ga usah takut lg ya sayang, apapun yg kmu crtain , smuanya aku dengerin dan baca
Armand Putra: aku janji

- azharan, saya pulang dan ga niat kemana-mana

Monday, 12 July 2010

" sudah sukses mencoba berdamai dengan sebuah kepingan cerita di suatu waktu. setidaknya saya sukses karena sudah mencoba."

-nurulita adm- 

Saturday, 10 July 2010

"The HARDEST things to say are the things that really matter the MOST."

-the love stories
"Love doesn't require you to be perfect, but it does require you to forgive."

-Boy Meets World
" seperti caffeine yang menenangkan namun berakhir tragis sebagai pemati rasa "

-nurulita adm-

Friday, 9 July 2010

hot lemon tea daylight

" hei, kecil. nih.." Natra menyodorkan sebotol air mineral lalu mengambil tempat di sebelahku.

aku mengusap mata yang masih nanar sebelum mengambil botol berembun dari tangannya.

" Tian mana?"

" sedang menelepon disana."

aku diam. menunduk menatapi botol yang belum juga dibuka, lalu mulai merobek segel penutupnya perlahan.

" Haaaahhhh.."

" Ada apa?" tanyaku perlahan.

" Tidak. hanya saja.. ahh entahlah.."

" Diandra?" pertanyaan retoris dariku. dan diam adalah jawaban paling tegas dari Natra.

" masih ingat, Re? aku seperti sedang me-recall semuanya."

ingat?
jangan bercanda, Nat. aku hampir seperti ini beberapa tahun yang lalu.


-------------------------------------

" Thareshaaaaa!!"

baru saja aku berbalik untuk menghadapi orang yang memanggilku dengan suara sangat keras saat sebuah pelukan keras dilayangkan padaku.

Natra.


sejujurnya aku ingin melonjak kegirangan walaupun mendengar sayup-sayup alarm dari otak.
yah..
tapi aku terlalu senang dan dengan bodohnya malah tidak kuhiraukan alarm itu.
sampai..

" ada apa, Natra? Aduh sakit, susah napas ini."
sesak napas di waktu yang sangat tidak tepat.

" Eh, maaf maaf." Natra segera melepas pelukannya.
sigh.


" ada apa?" aku mengulang pertanyaan yang tadi.

" siap mendengar kabar baik?"

" Ya." err.. tidak sebenarnya. yah hatiku bicara tidak.


" aku..." pipinya merona. Natra tampaknya sangat senang.

padahal aku sedang sangat datar.
bukan pertanda baik.


" aku resmi sebagai pacar Diandra!" Natra melompat.

sama seperti harapanku.
melompat keluar secepat kilat dari hidup.
senyumku pun melompat pergi sesaat sebelum menyadari aku tak boleh terlihat sedih.
aku tersenyum kembali.
bukan tipikal senyum tulus.

---------------------------

ah ya.. aku masih ingat, Natra. dengan sangat jelas.

kami terdiam di lapangan tenis dengan terik matahari yang menyengat kulit sampai Tian datang.

" Makan?"

aku berdiri perlahan dengan sedikit limbung.
Natra?
matanya yang nanar sekarang.

coffee :D

coffee time with you.
coffee with you.
coffee.
you.
coffee.
you.
coffee.
you
you
you

...called Raya

namanya Anandra Raya Utami.
biasa dipanggil Raya.
anak tunggal dari ayah Padang dan ibu Itali.
cantik.
hahhh..
aku bukan pria pandai yang mendeskripsikan seseorang.

yah.. pokoknya dia cantik.
dan baik.
dan senyumnya manis.
dan ketawanya sangat enak didengar.
dan bahasa tubuhnya indah.
dan muka cengonya sangat lucu.
dan tingkah kikuknya menggemaskan.
dan aku mulai meracau.
lagi-lagi mulai meracau tentang dia.

dan sekarang aku sedang berada di hadapan laptop, membuat soft copy dari foto-foto yang selama ini tersimpan di kamera hitamku.
102 foto.
102 foto dari 203 fotoku adalah Raya.

wow!


aku tidak sadar sudah sebanyak itu foto yang aku ambil tanpa sepengetahuannya.

ah yaa..
what a nice one to be a stalker sometimes.

sudah beberapa hari ini aku dan dia bertemu setiap hari.
entah dihabiskan dengan tawa lepasnya atau diam.
kami bisa diam beberapa jam sambil melihat ombak dan menikmati bingkai langit indahnya.

yah..
aku memang tidak pernah bisa melepas laut.
apalagi sekarang.
saat laut membingkai cerita aku dan Raya.

membingkai cerita? 
baiklah. hentikan, hentikan.
atau hal selanjutnya yang akan aku lakukan adalah membuat puisi manis yang dimasukkan botol lalu dihanyutkan ke laut.


danis!
hentikan. sekarang. juga.


yah..
intinya laut dan Raya adalah sebuah rangkaian yang sebenarnya perlu untuk selalu diingat.
sangat perlu.

wishes list on JULY *extension

* nanti tanggal 17 juli, liat nama temen2 deket saya di koran terpampang tepat di sebelah fakultas yang mereka mau.. AMIN AMIN

Wednesday, 7 July 2010

lucky - jason mraz ft. colbie caillat

Do you hear me,
I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying

Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair

Though the breezes through trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh


and i feel lucky to have you :)