mau sampai kapan mengekang nadi yang terus tersayat
menghias luka perlahan dengan guratan kecil penuh makna
merah indah menggantung di tengah putih
perih
sakit
sial
marah
mau sampai kapan?
sampai asa jatuh lemah terkulai dan menutup sayap
detik itu satu lubang kecil tertutup
membuka kesempatan lubang lebih besar untuk menganga