okay, mungkin cerita-cerita tadi memang terlalu panjang untuk sebuah prolog.
prolog?
hemm pengenalan diri mungkin lebih tepatnya.
atau pengenalanku akan sesosok Danis?
ah entahlah..
mungkin hanya sedikit pengharapan perjalananku kali ini membawaku kembali padanya.
cih..
terlalu melankolis.
sudah tiga tahun aku tidak menginjakkan kaki di tanah air.
terlalu sibuk menyelesaikan studiku disana.
dan sekarang aku kemari sebagai mahasiswi S2 di salah satu universitas kebanggaan tanah air.
Buk!
" Eh, maaf neng.." salah satu wanita berseragam pekarya membuyarkan lamunanku.
" Raya.. are you alright?"
aku mengangguk pada mentorku dan cepat-cepat berjalan menyusul karena beliau sudah berada sangat jauh di depanku.
baru 5 menit berjalan dan sudah tidak kuhiraukan lagi penjelasan-penjelasan yang keluar dari mulut mentorku.
terlalu sibuk mengagumi pemandangan di sekelilingku.
" Raya."
" Ya, pak?" dengan sedikit gelagapan takut ke-gap tidak memperhatikan penjelasan darinya aku menjawab panggilan mentorku.
" bisa lihat-lihat sendiri sebentar? saya temui kamu pukul dua belas tiga puluh di ruangan saya ya.."
aku melirik jam tangan putih di pergelangan tanganku, 12.15.
masih ada 15 menit untuk berjalan-jalan.
aku mengangguk lalu mentorku pun pergi meninggalkanku sendiri.
15 menit.
baiklah.. jadi kemana aku harus pergi terlebih dahulu?
baru aku akan mengambil langkah di tengah kerumunan orang yang baru keluar kelas, saat mataku menangkap sesosok yang terasa familier.
dan detik terasa berhenti mengalir saat sosok itu melirik ke arahku -entah apa yang dilihatnya-.
Danis.