Friday, 30 December 2011

random wishes

have a cup of coffee
try a spoon of cheesecake and red velvet cupcake
kissing a big sunflower
have a big scoop of ice cream
walking in the heavy pouring rain
star gazing
and a little good surprise in life

Monday, 26 December 2011

Tuhan, aku tau mengumpat itu tidak boleh.
tapi sekali ini, biarkan aku sekaliiiiii sajaaa..
masih terlalu terkejut dengan realita yang nyata adanya.

bahwa berdiri di atas kebohongan atau tipu muslihat yang bernama pertemanan ituu.... tai.

they're just keep their smile in fron of us, while holding a knife on their back. in the same time.
b*tc*es

Sunday, 25 December 2011

hey blog.
saya butuh buku tebel banyaaaaakkk bangeeeetttttt
just to keep me away from you, guys?
really.

Friday, 18 November 2011

aku akan berhenti bercerita. ekspetasi tinggi selalu mengalir seiring tiap kata yang kututurkan.
dan aku lelah harus menelan semua kekecewaan sendiri.
pada akhirnya semua manusia harus bisa mengerti, dan aku mengerti bahwa akhirnya aku harus diam.
tanpa ekspetasi. tanpa tangis.tanpa kekecewaan yang harus ditelan sendiri.
tanpa pandangan mencemooh.
tanpa harus menganggap orang lain mengerti.

Friday, 9 September 2011

a real man does not make his girl jealous of other beautiful girl.

-tumblr

Saturday, 9 July 2011


sorry for not be that skinny.
sorry for my inability in singing.
sorry for having such a chubby cheek and a very curve body.
and sorry for my terrible emotion.

sorry i can't be perfect

Wednesday, 29 June 2011

here's come the truth

Nurulita Tyas: pernah bosen sama aku gaa?
Armand Putra sudah meng-unload IMVironment.
Armand Putra: muu?
Armand Putra: bosen mah engga atuh sayang
Armand Putra: kalo jenuh mah pernah, makanya kadang suka gatau mau ngomong apa

Tuesday, 14 June 2011

rain

aku kehilangan rasa untuk menulis.
atau hilang kemampuan?

yang pasti sudah tiga jam aku diam di kedai ini dengan keadaan :
- 1 gelas frapuccino ukuran besar dalam keadaan kosong
- 1 gelas coffee latte dalam keadaan nyaris kosong
- tuna sandwich yang baru dimakan setengah dengan saladnya yang sudah hancur tanpa bentuk
- kacamata merah marun kesayanganku yang baru kuletakkan
- tumpukan buku yang berantakan

bahkan setelah sekitar 2 buku aku habiskan, aku masih belum bisa menulis.
hem.
ralat.
setelah 2 buku sangat bagus aku habiskan, muse itu masih belum datang.

aku alihkan pandangan ke arah luar dan menatap hujan yang masih turun dan terlihat sedang enggan untuk berhenti.

dug!
bunyi sesuatu diletakkan di meja.
tapi terdengar terlalu dekat.

krit..
kurasakan meja tempatku bergetar.

caramel afternoon.
buku pertamaku adalah hal pertama yang kulihat ada di meja.
menyusul kemudian, wangi parfum yang sangat kukenal.
dan....

" Caramel machiato, princessa. Itu yang kau gunakan saat menulis buku ini." orang itu meletakkan mug besar berisi caramel machiato tepat di hadapanku.

Narandra.
hujan.
senja.

aku tersenyum simpul.

A new chapter has just begin.
apa yang harus dilakukan saat bahkan melihatmu sudah tidak membuatku tenang?

mungkin bosan, mungkin jenuh, mungkin juga sepi.
mungkin hanya kekosongan yang terisi terlalu penuh.
hingga semua terasa biar berdesir.

mungkin memang aku yang terlalu perasa.
atau kita berdua yang sudah mati rasa.

memang garis ada untuk membatasi.
bukan untuk dilangkahi.

it starts with pain.
add some vain.
and a little of tears.
then, it is a perfect love story.

see?
that's how the universe work.
it's fair enough for you and me.
because both of us got some unfair world.

Monday, 13 June 2011

why?
because you always say the truth everytime.
and by the word everytime has spoken, it really means every single time.
i mean, it is good to know the truth without me, myself have to dig it really deep.
but sometimes, when it really came as an every single time, it would feel...errggh. iritating? intimidating? hurt.

yeah, it is hurt.

Tuesday, 7 June 2011

question #1

talking back about dj's family, what can i say?
they got passion, they had talent, and... ah yaaa, they got (almost) everything.

but they also got successed in life with their own feet. there's no need the 'dj' title itself.
they'd be what they wanna be.
and there's no preasure from their parents that they're have to be someeee..hemmm richest megalomaniac?
no no no.

the biggest part that take them to the highest level is, 'they had passion, they knew what they wanna be, and they knoew what they have to do'.

talking about passion and all that come up with this.
what will i do after i graduate? (still far far away, but there's no sin in wondering)
be a real lawyer? i mean it IS hard to be a 'good' lawyer in this country, good as your heart say? almost impossible.
consultant? i'm not really good in giving some advice. prefer to really get myself into the 'problem'.

well, my wildest dream is having a restaurant (or more) and some clothing lines.
but it is further than the 'far far away what will i do after the graduation'.

so back to the 'far far away after the graduation'.
what is your passion, lita?
what will you do to be successful in life?
to have enough life?

is it a sin if i say, for now, my passion is in academic thingy?

Thursday, 2 June 2011

silly you and love isi in the air

Armand Putra: td retno nge ym
Armand Putra: man ultah liput mau ngapain
Armand Putra: shit aku masih disangka anak labil
Nurulita Tyas: eh aduhduh
Nurulita Tyas: :|
Nurulita Tyas: iiiii kan maksudnya baaaiiiiikk
Nurulita Tyas: soalnya kan taun lalu kamu ngajakin ke rumaaah
Nurulita Tyas: tapi pas padenya sakit
Armand Putra: haha iya2
Armand Putra: aku udah bilang aku mah ga ngapa2in
Armand Putra: tp klo kalian mau ngapa2in mah sok aja2
Armand Putra: >:)
Nurulita Tyas: aduhduhduh -.-
Nurulita Tyas: ank ini malah cerita
Nurulita Tyas: :))
Armand Putra: EH
Armand Putra: iya ya
Armand Putra: ADOOOOH
Armand Putra: ya udah deh
Armand Putra: -________-
Nurulita Tyas: ahahahahah
Nurulita Tyas: aduhduh
Nurulita Tyas: =))
Armand Putra: :|
Armand Putra: jangan bilang2 retno ya
Armand Putra: aduh ko aku bodoh sih
Nurulita Tyas: ahahhaa
Nurulita Tyas: gapapaaa, i love the silly you
Armand Putra: tp ini terlalu bodoh looh adoooh
Armand Putra sedang mengetik...
Armand Putra: -___-
Nurulita Tyas: gyahahahahaa

from tumblr

i’m sorry if love you is hurting your own

-what a pity, right? shame on me

Monday, 30 May 2011

" sometimes i wished my tears can write. so i don't have to think very hard to written down what's on my...ah whatsoever. gotta be an emotionless girl, aren't i?"

a note for bestfriend, listener, and my partner in crimen

please welcome, Aulia Fatwa Farizqa.
a girl's bestfriend in the world someone will ever have.

wanita yang sedang galau penjurusan ini kebetulan kemaren ulang taun.
dan sehari sebelumnya saya nyoba bikin kado dan fail -.-
sangat sangat fail padahal udah dibantu armand -.-
tapi untungnya beberapa hari sebelumnya, aku tara reka hanifa emang udah niat mau bikin surprise buat dia yang mana bahkan ulay gatau bahwa reka hanifa tara lagi pada di bandung (yeah, mereka tinggal di luar kota semua, meninggalkan saya dan aulia membusuk di bandung).

about aulia ,
pernah merasa sangat menyatu hanya karena satu kata?
satu kata dan benar-benar menjadi awal dari semua ke-sarkatis-an yang kemudian.
yah, satu kata dan kata itu adalah sushi.
bingung?
well, semua mulai dari kelas 2 saat si ulay ini baru pulang dari program exchange student selama 2 minggu ke jepang.
awalnya aku cuma tau dia aulia dan menjabat sebagai sekertaris kelas.
sampai suatu hari saat memang ternyata kita semua terdampar di depan lab bahasa inggris yang terkunci rapat -.- (hell yeah memang)
dan karena bingung udah mau ngapain, tiba-tiba secara aneh saya dan uli terdampar berdiri berdua lalu terdiam di depan koperasi.
karena aneh dan bingung, saya mulai membuka percakapan. nanya-nanya tentang Jepang, dan hasilnya...hemmm..fail
sampe tiba-tiba keingetan sushi.

" Uli disana makan sushi?"
jegeeeerrr...dari situ semuanya mengalir.
sangat sangat seperti air dan mengalir dengan hemmmm damai?
ga damai, habis hebohnya kaya apa. jadi yaaah, anggap saja mengalir.

dari sana semuanya jalan dengan cepat dan tanpa disadari kita juga disatukan oleh kegemaran akan bicara sesuatu yang sarkas, kopi.
dan dia orang yang paling ngerti saya kenapa dengan satu kali liat saat pagi2 di kelas.
dan banyak lagi dan banyak lagi.
yang ga tau mulai dari mana saking ini meledaaaaaakkkkk kalo udah ngomongin anak ini tuh yaa..

just wanna say,
happy belated birthday.
semoga masuk jurusan yang diinginkan.
dapet Danis in a real world.
selalu dikasih kemudahan.
dan bisa punya resort di suatu pulau yang dibangun sendiri dengan ilmu sipilnya dan menemukan lokasi melalui kecintaannya terhadap travelling.

haaappppy very very happy birthday, best :D:D

Friday, 20 May 2011

fallen

aku tersentuh. dengan iringan senja di penghujung hari. menyemburatkan cahaya redup menyejukkan. membelah langit memberi kehangatan.
bahkan kata tidak akan mampu memberi sebutan bagi hal baru ini, pikirku.'
tidak ada makna yang mampu terucap untuk melukiskan.
rasanya terlalu sempurna. dan sebutan baginya hanya akan menggurat torehan tajam dalam kesempurnaannya.
manis. menyenangkan. anugerah.

cinta.

beruntung bagi mereka yang memang diberi kesempatan untuk merasakan. walaupun tidak semua bisa mengerti.
beruntung bagi mereka yang masih mau mencoba mendengar suara hati. walaupun tidak semua bisa memahami.

Tuhan, aku rindu jatuh cinta.

Thursday, 28 April 2011

when i see the writer of this blog, i really wanna punch her face :D


 - armand azharan putra utama 

Tuesday, 26 April 2011

because sometimes, world doing it's fair things with their own way

muse itu dateng dari mana aja. percaya atau ga, disaat harusnya detik ini dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas, seorang deadliner -seperti saya- malah sibuk menjelajahi dunia maya dan berakhir di blog -yang sudah sangat lama tidak diisi-.
muse untuk tugas memang jarang sekali datang sebelum deadline sudah sangat di ambang batas.
buruk, memang. tapi saya mulai terbiasa dengan itu.

because sometimes, world doing it's fair things with their own way


tiba-tiba terlintas pikiran tentang hal seperti ini.
terlalu banyak keluhan yang terlontar akhir-akhir ini dari saya pribadi. 
dan berbalik dari itu, sangat sedikit ucapan syukur yang diucapkan.
syukur yang seharusnya sudah disadari.


untuk semua yang merasa dunia tidak adil.
untuk yang merasa terlalu banyak tuntutan dalam hidup.
untuk yang merasa masalah tidak pernah berhenti dalam hidupnya.
dunia memiliki caranya sendiri dalam membagi adil
sama seperti manusia, dunia dan Tuhan bagi saya memiliki persepsi sendiri tentang adil itu apa
adil yang hakiki.
bukan sekadar rumusan para ahli.


kita semua punya tuntutan. dan beban masing-masing. 
berhenti saja menuntut keadilan.
karena dunia dan Tuhan berjalan dengan adil.
keadilan hakiki yang sebenarnya sulit dimengerti.
bagi manusia.
terlalu hakiki. 
hingga seringkali kita caci.
bukan syukuri.


banyak sekali hal-hal yang terlihat berat di awal, tapi memiliki akhir yang sangat berbalik pada ujungnya.
keep fighting, keep walking. move forward. dream, wake up to live it. make it true. keep believe. be strong. believe(ing). thank(ing). pray. hope. still believe.


because sometimes, world doing it's fair things with their own way

Saturday, 16 April 2011

hujan.
kopi.
sofa.
buku.
menulis.

ingin.

it's kinda a sweet escape in everyday life :)

Tuesday, 29 March 2011

kosong . lagi.
hell yeah, masih saja ide semaput seperti yang punya.

Sunday, 20 March 2011

when her night that used to be so great suddenly falls into silent.the loudest silent that last.
to be remembered. to be such a memoar.
to be here. alone.
should i take a few step and just turn away?
i'm not a good player. i don't think that it's such an easy game.
i'm not that strong to be noted.
that's what she tought.

faking some smile, chin up, and be a little lady.
broken inside.
missing the place she used to hang on.
but life's changed.
so does hers.
and there's no time for being truly me.
that's what she felt.

to get lost in the place.
to keep the story inside.
and just written down in a canvas.
talking with the sky.
hoping in the rain.
missing the book she used to write.
and no regard to lay some head down.
that's why she cried inside.

but enough said.
real life can't wait.
so just put her make up on. the curtain is already open.

Thursday, 17 March 2011

selembar putih.
segelas berasap.
bau buku yang sudah lama tersimpan.

that's what i need.
sweet escape.

Tuesday, 8 March 2011

kehilangan sense untuk menulis sarkas dan memberi sedikit melankolisme yang memang dulu selalu mengalir begitu saja, adalah ironis. aku rindu menulis. mengalirkan lukisan hitam berbentuk kata dalam kanvas putih.

Ah, aku menjadi terlalu rasional. kemana rasa yang dulu selalu kutulis?

Sunday, 6 March 2011

" Bahkan mungkin kalaupun aku menangis untuk kepedulianku..
Kamu masih akan tetap bercengkrama dengan amarah "

Thursday, 3 March 2011

about being 13th

it's 13th and i'm smiling.
they say it's a bad number.
bring a bad luck.
may i hope that it won't happen to us?

it's 13th and i'm still falling
falling with the same person, and still with the same reason.
No reason.


it's 13th and I'm humming.
don't wanna say it loud that i love you.
it's a sacred word and i don't need anyone to hear it.
because when i said it too much, i know it'll lose it means slowly.
but sure.


it's 13 and i'm singing.
i know it sounds bad.
my voice. not the song.
but who cares?
i'm singing because i just want to make you laugh.
silly.
but it's always about you and me.
and this word -silly- is always  between us.

it's 13th and i'm still falling.
for you.
for my silly :)

Sunday, 13 February 2011








can't get enough for these dream

Tuesday, 8 February 2011

jika memang boleh bicara

baru saja menonton tv.
jengah lama-lama mendengarnya.
semua orang hanya bisa saling menghina, mengomentari satu sama lain. bahkan tanpa mereka mengerti apa yang mereka bicarakan.
untukku -entah untuk yang lain-, bukankah inti hidup itu untuk saling membantu?
mengerti di bidang masing-masing, mengerjakannya dengan baik dan biarkan semesta mengerjakan sisanya.
mengapa sekarang malah kita sibuk menukar komponen hidup?

mencaci satu sama lain. bukannya membuat sistem bekerja semakin baik, semua malah sibuk bicara bahwa komponennya tidak bisa berjalan benar karena ada yang terkait dengannya dan bagian itu sudah 'usang', perlu diganti. bukannya bekerja untuk memperbaiki, yang ada malah semakin membuat daya kerja sistem menurun.
merusak dari dalam. tidak bisa dikatakan perlahan. hanya yang pasti, itu bertahap.

mulai bicara saling lempar. menyalahi bidang lain. lupa akan bidangnya sendiri, terlalu sibuk mengomentari.
hey. bicaramu cukup.
sebuah kata memang bisa menjadi awal sebuah pergerakan, jika saja yang bicara mau bergerak.
jika hanya bisa mengeluarkan kata, kata itu tidak akan ada artinya selain sampah.
menguap lalu menghilang dan hanya terkenang sebagai memori.
bagi sebagian yang membenci, hanya senjata lain untuk menyakiti.
bagi yang sedang butuh alasan, dikenang sebagai dasar suatu pergerakan.
jihad mereka bilang.
omong kosong.

tanggung jawab.
pernahkah melakukannya sejenak, bapak-bapak petinggi.
bahwa kami, rakyat jelata yang dahulu memandang bapak sebagai orangg hebat selalu mengira bahwa segala yang bapak katakan adalah kebenaran.
bahwa keadilan sudah perlahan menghilang.
bahwa semua sedang dalam proses -selalu dalam proses-.

tapi kalau boleh aku sekedar bertanya, proses apa?
proses bicara?
kesibukan untuk menghadiri undangan minum atau stasiun televisi lainnya?
keadilan, pak.

konsep saya mengenai keadilan memang abstrak.
tapi yang pasti keadilan memang hilang saat ribuan rakyat mengais untuk makanan dan tempat tinggal, sedangkan para petinggi -ya, bapak-bapak sekalian- malah sibuk saling adu mulut di stasiun televisi.
keadilan bukan saat rakyat mengais untuk pengobatan dan bantuan bagi bencana sedangkan Anda malah sibuk keluar masuk toko menimbang baju mana yang pantas untuk diberikan pada wanita di sekeliling Anda.
apapun itu statusnya. sekali lagi, kami, rakyat memang tidak perlu tahu kan?

keadilan akan pergi saat Anda, wakil rakyat berubah menjadi pakar debat yang hanya bisa sibuk menghadiri undangan.

bukan keadilan yang salah, pak.
bukan juga sistem.
mungkin memang kita yang harus merombakkan diri.

Monday, 31 January 2011

mau sampai kapan?
bertahan di kedua belah ujung tanpa mencoba sedikit berjalan ke tengah.
aku sedang enggan. mungkin lebih baik begini untuk sementara waktu.
ekspetasiku berlebihan. memang aku yang salah.
untuk menjadi seorang pemimpi. hanya mampu berharap. sebatas itu. tanpa keberanian untuk merealisasikan.

sudahi sajalah. emosiku terlalu menyesakkan belakangan ini.
memang aku yang berlebihan.
selalu menuntut dalam diam.

dan aku mulai lelah.
kenyataannya begini.
mungkin memang aku yang belum siap.

Friday, 21 January 2011

hal terindah dari sebuah tulisan adalah aliran emosi yang selalu tersalur deras seiring tiap kata yang tercipta.
terekam menitik memori yang suatu saat mungkin hanya menjadi senyum kecil di sebuah ruang.
sama seperti hujan, malam dan kopi.
sebuah ke-adiktif-an.
menagih. karena dengan satu atau lainnya memberi ketenangan di nadi.
menyepikan relung. mematikan rasa.
berjalan beriringan dengan senyum yang semakin terlatih.
untuk menjadi palsu.
untuk meyakinkan bahwa semuanya baik.
ya, semuanya baik.
karena hidup pada saatnya adalah sesuatu yang memang harus dilakukan, bukan sesuatu yang diinginkan.

so, ya. i think i can handle this one.
i have to.
" karena pada akhirnya, selalu ada kepingan yang tetap tersimpan rapat di relung. bernama sakit. berpeluh rintih."

-nurulita adm 

Tuesday, 11 January 2011

membuka hati hanya membiarkan orang baru menyakiti.
membuka sakit yang terpendam hanya membiarkan diri ditertawakan.

biarkan memang sepasang mata terdiam di genangan kelam.
hampa mengiris. namun tertutup.
walaupun mata tak bisa berbohong, setidaknya ia tak pernah minta didengar.
semua duka tersimpan rapat di cekungan hitam.
rapat dan rapi.tersusun menitikkan lembaran, selapis demi selapis.

aku benci keramaian. jengah dengan simpati atau pun empati yang terasa berlebihan. mengoyak asa yang perlahan hidup. lalu sobek dan akhirnya mati.
kalau memang perlu aku hidup, diamkan aku sendiri di tepi untuk mati.
setidaknya aku tidak perlu tersakiti lebih jauh.
" Setiap anak berhak untuk hidup. "

- hina mishima,   komik penguin brothers
dengan kata-kata ini saya masih mampu bertahan.
ironis. 
sanguinis memang.
tapi saya juga tidak senyaman itu untuk terus berjalan di bawah spotlight terus menerus.
apalagi saat yang menyoroti adalah orang-orang terdekat.

tragis sungguh.
tapi ini tetap saya, hey.
bukan menjadi seorang diktator atau apapun seperti yang biasanya terjadi.

bosan sangat.
jengah saat teralu banyak sapaan berlebihan.
lebay kata mereka.
muak untuk saya.

ini memang sesuatu yang harus disyukuri.
maka saya ucapkan alhamdulillah.
tapi bukankah Allah membenci sesuatu yang berlebihan?

Sunday, 9 January 2011

kebahagiaanku adalah saat menitikkan air mata untuknya.
pengabdianku adalah saat sedikit kesalahan kecil dan dia marah untuk menunjukkan perhatiannya.


picisan.
murah, sayaang.
entahlah. mungkin memang itu arti mencinta untukmu.
mungkin sepenggal kalimat hingga ribuan tamparan memang tak berarti untukmu.
hanya angin lalu.
teman yang tidak baik.
sedikit aneh untuk akhirnya mengakui.
aku memang rindu.
rindu mengambil tawaran pertemanan yang dulu pernah terjanji begitu..hemmm manis?
tapi sudah terlalu sering aku terbuang.
terlalu lama aku terdiam.
dan sudah terlalu banyak kesabaran yang habis.

selamat jalan.
idealisme-ku dan kamu memang terlalu berbenturan.
lagipula kepedulianku hanya sesuatu yang salah untukmu.
jika memang kebahagianmu adalah sebuah bentuk rasa kecewa karenanya, baiklah.
hanya saja, jangan mencoba pungut kembali yang memang sudah dibuang.

sudah cukup banyak harga diri yang menjadi serpihan di hadapanku.
sekarang ambil, dan bawa pergi.
karena aku sudah tak segan untuk menginjaknya.

*bahkan pasti masih belum sadar kan yah. hem

Tuesday, 4 January 2011

coffee is our date. and my muse

kalau tanpa status, masih ga kita kaya gini?


hem..
apakah memang sepenting itu untuk sebuah status yang bahkan mash terasa semu setelah sebuah penegasan.
ya, baru kemarin. benar-benar satu hari yang lalu saya bertanya pada seorang sahabat yang sekarang berstatus sebagai pacar.
kamu diam. hanya memandang ke arah luar dari ketinggian yang selalu kusukai ini.
"mungkin. hem.. aneh aja rasanya kalo aku belum nembak kamu padahal udah sedeket ini."


kalau emang kita yang sama-sama ga pengen berstatus dulu. entah gimana ceritanya, kamu masih mau sebaik ini sama aku?
masih dalam diam. kamu mengambil sebatang rokok lalu menyulutnya menggunakan lilin dan membiarkan nikotin yang bercampur dengan tan meresapi pembuluh darah.
menatap dengan pandangan, hem-emang-kenapa-ya?
aku meneruskan, " ga, aneh aja kadang buat aku. status pacar lebih sering dipake buat ngelarang dan bersikap semena-mena sama pacarnya. ngelupain privasi dan jadi harus tau segala sesuatu. aku ga nyaman. dulu pernah dan ga enak."

kamu tertawa lalu berkata, "aku ga suka kaya gitu. kalo emang pacaran dipake buat ngelarang dan segala macem, mending sekalian ngelamar jadi orang tua."
aku tertawa. membenarkan.

jadi, masih ga kita kaya gini?
kamu kembali membuang pandangan ke arah luar. selalu tidak menatap mataku saat berbicara sedikit serius.
aku pun tidak ingin memaksa. membuang pandanganku lurus ke arah rumpun bambu yang ada di depan.
menakutkan? memang.
" masih. walaupun mungkin aku ga ikhlas kalo sampe kamu deket sama yang lain. somehow, ga lama habis aku putus, i just feel like you're mine."
deg! kalau memang saat ini aku sedang duduk bersebelahan dengan orang lain, mungkin aku akan diam dan sembunyi sembari tersenyum dalam cahaya lilin.
tapi ini bukan orang lain.
" sialnya, kamu benar." aku bicara sambil tertawa. memalingkan wajahku untuk melihatmu, tapi matamu tak disana. aku hanya bisa menebak apa yang kamu pikirkan.

kayanya emang cewe sama cowo ga bisa jadi sahabat baik ya.
menghisap rokok. kembali membiarkan tar dan nikotin menenangkanmu, kamu mulai menatap lurus ke depan. bukan padaku memang. tapi buatku mungkin lebih baik begini saat itu.
" kamu bukan orang yang sengaja aku deketin buat dijadiin pacar. bukan. tapi emang aku ga ikhlas kalo sampe kamu deket sama yang lain. pun sampe ada yang ngedeketin aku, aku ga akan milih dia. buat apa aku nge-iyahin orang lain selama aku punya kamu."
lugas. dan tegas. kebohongan tidak pernah terdengar setegas ini bagiku.
jadi yah.. mungkin aku memang 'sedekat' itu sama kamu.

satu yang hilang. aku ga pernah inget masa dimana aku ngeceng kamu. orang lain yang nyadarin aku kalo emang setiap cerita kamu ada yang beda dari cara aku cerita. tentang kamu.
kamu diam. mengambil gelas tinggi berisi kopi yang sudah tersisa sedikit. menghisapnya, lalu akhirnya menatapku.
" kamu. orang yang emang bikin aku nyaman buat cerita. dan aku udah ga bisa boong pura-pura seneng kalo sampe ada yang usaha ke kamu dan kamu tanggepin."


sayaaang, kalaupun emang ada yang usaha apa pun. cukup kamu yang emang aku mau ada di samping aku.
salah ga sih kalau emang aku berakhir dengan selalu pulang ke kamu?

aku gatau ke depannya gimana. aku juga ga bisa jamin kita ga akan pernah berantem atau clash atau bahkan crash atau apapun.
tapi yang aku pengen, kita tetep gini :)

makasih azharan :)

Monday, 3 January 2011

afternoon is unifier. between God

hari ini. kedai kopi -lagi-. senja -lagi-. mendung.

bunyi gantungan yang terbuat dari alumunium menandakan pintu kedai terbuka.
semerbak rempah tercium seiring pelayan meletakkan pesanan di meja.

" cinnamon?"
aku mengangguk. membiarkan orang yang bertanya diam.
" weird. kamu biasanya selalu pesan caramel."
dengan agak kaku ia menarik kursi, lalu duduk secara perlahan.
entah menunggu perintah untuk diusir ataupun tanggapan lain dariku.
dan mau tak mau ia harus kecewa. aku diam. bahkan bernapas pun seakan enggan.

kalau saja ia sedikit tahu bahwa cinnamon adalah parfum miliknya yang paling aku suka. dan pesanan ini hanyalah sebuah bentuk kerinduan pada seorang...nya.

keadaan yang tidak berubah selama kurang lebih seperempat jam ini nampaknya mulai membuatnya jengah.

" Re.."
" Hmmm..." aku menanggapi sekenanya.
" Semuanya sudah beres."
tak ada tanggapan berarti dariku.
" Diandra dan keluarganya mengerti, dengan segala alasan dan pembelaan bahkan dari Diandra sendiri. peranku sudah tidak ada disana."
" Nara, ini bukan hanya tentang kita.."
" Aku tahu, Re.. aku tahu. tapi biarkan semua mengalir apa adanya."
" Ini. Bukan. Apa. Adanya."
" Yaa, aku tahu, aku mengerti. tapi kumohon, biarkan yang sudah terjadi sekarang, lebih leluasa untuk mengalir."

Damn. Mataku mulai tergenang air.

" Re. Kamu pikir untuk apa aku selalu mencoba ada di setiap kamu bilang kamu ingin bertemu? Untuk apa aku berusaha sebisa mungkin menyelesaikan semua hal secepat mungkin agar aku punya banyak waktu kosong untuk menemanimu."
" Nar.."
" Sssstt.. aku belum selesai. Tharesha, bahkan saat kamu terjatuh untuk Pradit, orang yang memang aku tidak pernah sukai. Tidak sedikitpun aku senang. Tahu kenapa? Karena melihat kamu menangis lebih menyedihkan daripada melihatmu tertawa bersama orang lain. Bahwa nyata adanya selama ini aku merasa entah bagaimanapun itu, bahwa kamu milikku. Untuk seorang sahabat yang memang tidak pernah ingin aku dekati, tapi aku bisa apa?"
" Nara.."
" Denganmu, bukan sesuatu yang kurencanakan dari awal. Bukan seperti Diandra yang memang sangat baik padaku dan banyak membantu akademis maupun kerjaanku. Bukan seperti beberapa orang lain yang memang sengaja aku dekati untuk sebuah status. Kamu, orang yang bikin aku nyaman. terlalu nyaman hingga takut semua hilang. terlalu dekat hingga takut spasi yang tercipta semakin jauh."
aku mulai membuang pandangan ke arah jendela. rintik hujan mulai memenuhi bagian kaca.
" Kamu, orang yang memang selalu ada. kapanpun. Kamu, satu-satunya orang yang...."
aku mengalihkan pandangan kembali padanya.
" yang aku sayang."

jeda disana. panjang.
sibuk dengan pikiranku dan secara bersamaan memaksa syaraf motorikku untuk tidak menangis.
dan mungkin Nara dengan pikirannya sendiri.

" Re.. aku tunggu kamu sampai lulus, mapan dan baru saat itu aku akan menagih jawaban untuk sebuah pertanyaan."
" Apa lagi?" tanyaku lemah. tak berdaya.
" Be my future, please.. would you?"
aku terhenyak. bagaimana kalauuu...
" Bahkan saat kamu sudah bersama yang lain, aku masih akan menagih jawabannya. walaupun memang pasti kata tidak yang akan terucap."
yaa. sekali lagi. tepat menjawab sebuah pertanyaan yang belum terdengar.

" Kamu tau kan syaratnya?" 
Nara mengangguk, " dua kalimat syahadat."

new perspective

today i just see you in another way.
weird.
but i know i'd fall for this one too.

mungkin benar jika banyak orang berkata bahwa suatu kotak akan memiliki suatu bentuk tersendiri jika kita ingin sedikit saja mengubah sudut pandang kita, atau kata lainnya, perspektif.
saat sesuatu yang terasa terlalu nyaman untuk dijalani mulai bergeser, haruskah kita tetap berdiam di sudut ini?
hari ini, saat sebuah zona paling nyaman yang mulai jengah dengan sudut siku yang semakin membelok tajam bergeser satu mili terkecil. masihkah harus aku berdiam dan menghapus geseran terkecil itu?
aku mulai suka.
karena sekali lagi 'tamparan' ini membuatku belajar.
yang abadi hanyalah perubahan.
dan untuk menerimanya, mungkin suatu sudut harus berubah.
sedikit saja, dan kita akan mulai mengerti.
bahwa statis hanyalah suatu gerakan di ruang hampa. mati. diam. tak bernyawa.
sedikit saja, sejenak mengoptimalkan kedua telinga dan mata untuk lebih banyak diam daripada bicara.
untuk lebih banyak melihat, bukan hanya mendengar.
dan untuk lebih banyak mendengar, bukan menghakimi.

it's a new version, and i know i'd fall for it.