aku kehilangan rasa untuk menulis.
atau hilang kemampuan?
yang pasti sudah tiga jam aku diam di kedai ini dengan keadaan :
- 1 gelas frapuccino ukuran besar dalam keadaan kosong
- 1 gelas coffee latte dalam keadaan nyaris kosong
- tuna sandwich yang baru dimakan setengah dengan saladnya yang sudah hancur tanpa bentuk
- kacamata merah marun kesayanganku yang baru kuletakkan
- tumpukan buku yang berantakan
bahkan setelah sekitar 2 buku aku habiskan, aku masih belum bisa menulis.
hem.
ralat.
setelah 2 buku sangat bagus aku habiskan, muse itu masih belum datang.
aku alihkan pandangan ke arah luar dan menatap hujan yang masih turun dan terlihat sedang enggan untuk berhenti.
dug!
bunyi sesuatu diletakkan di meja.
tapi terdengar terlalu dekat.
krit..
kurasakan meja tempatku bergetar.
caramel afternoon.
buku pertamaku adalah hal pertama yang kulihat ada di meja.
menyusul kemudian, wangi parfum yang sangat kukenal.
dan....
" Caramel machiato, princessa. Itu yang kau gunakan saat menulis buku ini." orang itu meletakkan mug besar berisi caramel machiato tepat di hadapanku.
Narandra.
hujan.
senja.
aku tersenyum simpul.
A new chapter has just begin.