Friday, 30 April 2010

aduh yah dasar wanita pms -HEM-

Armand Putra: dear
Nurulita Tyas: muuuuuuuuu
Nurulita Tyas: yaa?
Armand Putra: i have a good news
Nurulita Tyas: what?
Armand Putra: eeeh cup cup cup
Armand Putra: :
Armand Putra: D
Armand Putra:
Nurulita Tyas: apa, sayang?
Armand Putra: td galih nge ym
Armand Putra: cenah adenya mau blajar gitar
Armand Putra: minta aku yg ajarin
Armand Putra: D I B A Y A R
Armand Putra: sama ibunya
Nurulita Tyas: hemm.....
Nurulita Tyas: oh iyah?
Nurulita Tyas: ahahah
Nurulita Tyas: hebat2
Armand Putra: eheheehe
Nurulita Tyas: lesnya kapan?
Armand Putra: blum tauuu
Armand Putra: baru nawarin doang
Nurulita Tyas: hooo..yayaaaa
Nurulita Tyas: yey!
Nurulita Tyas: pacar aku hebat
Nurulita Tyas: :D
Nurulita Tyas: jadi pak gulu benelan yah
adenya galih cewe ay
Armand Putra: is that okay?

freezing...

*aduh konyol sii..aduh malu sendiri..aduh tapi yah..aduh..
les yang bener ya, pak :D

Tuesday, 27 April 2010

langitnya tinggi.
raih saja!

susah.
coba dulu!

ah..aku pandangi dari sini saja.
jangan menyerah!

tapi langitnya terlalu indah jika aku lewatkan.
makanya raih!

baiklah aku coba.




hemm..tidak seindah itu.
mungkin memang ada hal yang seharusnya tidak tersentuh.
kembali ada yang karam
padahal belum sempat bermuara

bukan aku yang mau
mungkin Tuhan yang sedang berkehendak
menguji sampai batas akhir
walaupun tampaknya tak akan ada batas

palung pun harusnya berdasar
walaupun tak terlihat
tapi pada akhirnya ada dasar yang memantulkan

lalu dimana dasarku kali ini?

Sunday, 25 April 2010

" Nggak peduli awalnya dimana, nggak tau prosesnya jalan seperti apa, kita akan berakhir dijalan seharusnya kita berada."

-nurulita rakhmaning tyas adm-

Saturday, 24 April 2010

yah..pada akhirnya

mungkin akhirnya semua berbatas
walaupun tidak terlihat
dan semuanya terasa semakin sulit
tidak ada garis nyata
namun terasa pasti ada

hemm
banyak yang harus dijaga
banyak yang harus dimulai
banyak yang harus diberi pengecualian,
kecuali aku sendiri

membunuh?
pasti..
tapi tenang saja..
sudah banyak hakim yang bicara

sekarang rasanya sudah mati

Friday, 23 April 2010

posting posting

untuk kamu, yang selalu tersakiti
untuk anda, yang selalu apa adanya
dan untuknya, yang masih terlihat hitam bahkan saat sedang menyamar menjadi abu

aku pun tersakiti
aku juga tidak pernah memakai atribut
tapi sayangnya, karena itu, tidak ada pengecualian untukku

mungkin suatu saat,
ketika semua atribut kalian sudah terlepas
masih akan ada satu tanya yang kusimpan

" yakin ini adalah wujud aslimu? karena terlihat sangat pudar. dan biasa."

kelabu. atau memang sudah menjadi abu?

untuk kamu, yang terlihat terlalu hitam bagi sang putih

abumu gelap
entah karena cuaca memang sedang mendung
atau karena kamu yang memang lebih senang menjadi bayangan

hitam
tegas
jelas

mengikuti,
walaupun tidak selalu benar

Wednesday, 21 April 2010

"karena pada akhirnya semua bermuara ke satu arah, mati."
-nurulita rakhmaning tyas adm-

Tuesday, 20 April 2010

"cepet pulang, saya sekarat."

-nurulita adm-
aku bosan dengan topeng
aku bosan bermain, 'sabar, coba berandai jika kamu adalah dia'
aku lebih bosan dikecewakan dengan banyaknya ludah yang terjilat

kalian belum ada disini sekarang
seandainya sudah, kalian yang merasakan

maaf untuk merepotkan

yah..jadi gini aja kali yaa

aku sedang ingin menghilang
jangan cari
tak akan ketemu

sekali ini aku ingin marah
dan biarkan cacian ini terkatakan

jangan larang
jangan tenangkan
sudah cukup aku diinjak

aku tau kamu pasti melarang
berkata semua baik saja
mungkin kamu baik, tapi aku tidak

mungkin memang aku yang salah mengerti
karena pada dasarnya mereka selalu mengerti semuanya

selalu mengerti harus bagaimana
selalu mengerti orang yang bercerita pada mereka

jadi biarkan aku menghilang sesaat..
sesaat?
hemm..mungkin lebih.
" kamunya ga ada. saya ga berani. kamu terlalu lurus. saya berkelok-kelok."

-nurulita rakhmaning tyas adm-
aduh maaf saya sarkatis
jadi ya untuk hal-hal tertentu saya memang sarkatis tingkat tinggi

jadi maaf untuk ketinggian dagu saya yang kadang memang sulit diturunkan
maaf untuk kekakuan leher saya yang sulit menengok

dan maaf untuk emosi saya yang kadang berlebih

kenapa harus selalu saya yang duluan?
kalian ngapain aja woy?
diem?

waktu juga bakal pergi kalo kamu cuma bisa diem

no, not another her, please

Tuhan..
saya letih memaki
saya bosan mengeluh

jadi sekali ini saya ingin diam
tapi tidak bisa
bebannya berat

satu saja sudah cukup, Tuhan
lalu mengapa masih ada yang kedua?

salahkah untuk sebuah waktu yang sempat terbuang?

karena kadang saat ingin menolong, orang itu yang pergi terlebih dahulu
membalikkan punggung dan memilih pergi saat diajak bicara
selalu terasa salah untuk senang
terasa terbebani hanya untuk sekedar tertawa bersama di luar lingkaran

terlalu banyak pembatas
terlalu sesak untuk bernapas
terlalu banyak kata untuk menyamakan persepsi

saya juga bukan ban serep yang ada saat kamu sedih saja

saya juga pernah menjadi ban serep kamu, kan?
kalau begitu terima saja..
kita seri

Idealis Penyelaras

Idealis Penyelaras

jadi ini tipe saya..hemmmmm

untuk kamu? oh iyah

berbalas?
oh iyah..
hitung saja bonnya.
nanti akan saya bayar.

aku bosaaaaannnnn

tidak semuanya harus berbalas, cantik
tak semuanya harus berbanding satu
dan tidak di semua cerita saya kamu harus ada

aku tak ingin bilang semua sampai saat ini
mungkin karena keegoisan sendiri
mungkin karena kamu yang tak kunjung dewasa

aku pernah merindu
merindu saat bersama
tapi sekarang yang terasa malah sakit
bosan mendengar pertanyaan tentangmu
mengapa selalu aku yang ditanya?
itu hidupmu, bukan milikku

letih untuk selalu berkata,
" yah.. sudahlah..mungkin kita yang harus mengerti."
tapi justru dengan itu kamu tak kunjung juga mengerti

Sunday, 11 April 2010

"we will always meet dear, and we'll wait for the rain together :* "
- ya, you know exactly who :) -

Saturday, 10 April 2010

mon soir :)

it's getting late and i can't sleep

it's late and i find you

now the breakdown come and i don't want to sleep
at all.

first time, after postpone all this year

stay a while, would you?
just stay there
i won't bother
just a little extra time

and that's all i need

to make you mine
in this little time
to freeze this little moment
to be a lovely memory

about you
about dream
and me

oh yes..
it's a story about me, dreaming of you all the time
aku sedang ingin menulis tentangmu
bukan hanya sekedar ucapan terima kasih yang sudah terlalu sering aku ucapkan
bukan juga sampah kekesalan yang hampir tidak pernah kurasakan

jadi beritahu aku,
darimana aku harus mulai menulis?
" sebenarnya aku masih ingin bercerita. tapi tidak sekarang. aku lebih ingin membuatmu berhenti khawatir. "

-malam hari, :)-

Friday, 9 April 2010

kamu. saya. tanpa kita.

kamu kamu kamu kamu kamu
ingin aku teriak sampai pekak

kamu saya kamu saya kamu saya
ingin aku memekik setarik mungkin
hingga tak ada nada yang bersisa

saya saya saya saya saya
ingin aku bersimpuh lalu menangis
melegakan kepedihan yang akhirnya menguak
" mungkin karena kebanyakan manusia masih banyak yang lupa bersyukur. sifat alamiah untuk tidak pernah merasa puas."

hemm..
kalau begitu, berarti saya masih menjadi manusia kebanyakan.
masih sering mencari apa yang sebenarnya sudah didapatkan.
masih sering menggapai bayangan dan melupakan si cahaya itu sendiri.
masih merasa terlalu baik hingga tidak pantas menerima yang sebenarnya sudah baik untuk kita.

" it's not better, it's just new."
suatu kalimat yang paling saya ingat saat sedang menonton Jake in Progress.

yah..
mungkin karena sifat ingin tahu yang masih terlalu besar dan sulit dibendung.
terlalu sering menganggap sesuatu yang baru itu pasti lebih bagus.
padahal tidak pernah ada jaminan untuk itu.

mungkin karena belum mendapatkan, makanya masih terus dicari.
mungkin karena hanya bisa bermimpi, makanya berlari terus mengejar.

mungkin juga karena saya memang pemimpi.

sebuah pikiran bagi waktu

semburat itu datang lagi
samar-samar namun tenang membawa kembali
dirimu
sendiri

haruskah ceritanya dimulai lagi?
bahkan ada yang tak pernah dimulai disini
walaupun kuakui tak kunjung juga selesai

lalu kenapa sekarang?
kenapa hati ini?
kenapa justru disaat semua terasa mulai membuat pola abstrak?

dan lagi..
kenapa kamu?

Tuesday, 6 April 2010

aulia fatwa farizqa as an inspiration

mungkin saya pun begitu.
terlalu letih bahkan hanya untuk menyapa.
terlalu merasa rendah.
bukan, bukan kamu yang tinggi.
tapi mereka. mengangkatmu menjadi begitu tinggi, membuatmu setara dengan mereka.
mengajakmu lupa menjejak tanah.
atau aku yang sebenarnya terlalu takut untuk terbang?

sudah habis kataku bahkan hanya untuk sekedar tertawa.
dunia kita mulai berubah.
entah siapa yang mulai.
tapi memang tak mungkin kita terus diam.
mungkin suatu hari nanti.
mungkin saat kata sudah mulai kembali berdendang.
mungkin harus ada air mata dulu sebagai pendahulu.
mungkin memang harus ada penyesalan dulu sebelum kata maaf terucap.

tapi bahkan untuk itu pun kita masih tetap kukuh untuk berdiri di tepian daripada mulai berjalan ke tengah bersama.

Saturday, 3 April 2010

sebenarnya semua lebih dari ini

aku nggak mau mikir kita bakal berantem karena apa...
aku nggak mau nebak2 apa pun
Nurulita Tyas: karena sama kamu,
Nurulita Tyas: semuanya ngalir apa adanya
Nurulita Tyas: nggak ada yang dipaksain
Nurulita Tyas: nggak ada yang dipendem
Nurulita Tyas: nggak ada yang harus disembunyiin
Nurulita Tyas: karena kamu,
Nurulita Tyas: selalu bisa bikin aku nyaman dalam hal apa pun
Nurulita Tyas: karena tiap aku inget kamu,
Nurulita Tyas: aku nggak pernah takut dilarang atau segala macem
Nurulita Tyas: karena tiap aku nggak bisa,
Nurulita Tyas: selalu ada kamu yang ngingetin kalo sebenernya semuanya ga sesusah yang aku pikir
Nurulita Tyas: karena sama kamu, aku nggak pernah ngerasa ga aman

030410

Friday, 2 April 2010

berkata, bukan sekedar bicara

jangan tanya
tak akan aku jawab sekarang
jangan juga menunggu kapan
aku tidak ingin kamu mengering

sudah terlalu lama aku diam
sampai lupa cara mengeja
bicara untuk mengungkap
apa itu?
asing bagiku

midnight -summer?- thought

aku menunduk
merutuki batu yang membuat kakiku sakit
mengutuki diri sendiri yang masih sarkatis

ingin aku ambil batu itu satu persatu
lalu kulempar sejauh-jauhnya

tapi membayangkannya saja sudah membuatku letih
beban baru lagi
ahh..
sudahlah..
tapaki saja sampai darah berhenti mengalir

menghentikan jejak merah yang masih terus mengikuti di setiap langkah

PMS - ing

" saya benci saat perut melilit, otak mengeras dan perasaan mencampur"

-nurulitatyasadm-
aku masih bungkam
bukan tak mau bicara
tapi memang tidak bisa

mereka bilang aku naif

kalau iya..
lantas mengapa?

Thursday, 1 April 2010

anonim

aku yang mendayu
membuat sungai sendiri di pikiran

malam yang melagu
bicara tentang tetesan

kunang-kunang mencoba merayu
bercerita tentang bulan yang tersenyum
aku malah menatap cahayanya kosong

embun mulai menetes
kunang-kunangku pergi
malam berhenti berdendang

aku malah semakin meluruh bersama hujanku sendiri

sumpah ini sarkatis bangetlah

kataku melantur
meliuk lemah seperti asap yang sudah siap hilang dari pandangan

tak berdaya menentang angin
hanya diam mengikuti hembusan sampai akhirnya letih menentang

pikiranku meracau
kabur diseling kabut
mengembunkan kaca
menghalangi pandangan

sulit melihat
yang ada malah air mata
perih
kedinginan sendiri

mencoba berjalan
yang terjadi malah mati tertabrak