Monday, 29 November 2010

what a beautifuly s(k)eeing

Kampus. 27 November.


sudah genap tiga bulan aku ada di kampus ini.
dan sudah genap tiga bulan aku sama sekali tidak pernah melihat Danis.
atau mungkin orang yang mirip dengan Danis.
atau mungkin sebenarnya orang itu sama sekali tidak ada.
mungkin hanya sekedar halusinasi saja.
ah ya, entahlah.

tapi hidung dan matanya.
juga bentuk tegap tubuhnya saat berjalan.
begitu... Danis.
hahhhhh.. entah apa yang kupikirkan.
sudah sangat lama semenjak terakhir kali aku melihat Danis.
mengingat segalanya sedetail itu terasa agak tidak mungkin.

"...... kelas hari ini cukup. terima kasih." samar-samar kudengar suara seseorang.

Oh. yah, ternyata suara yang terdengar jauh itu adalah suara dosen yang sedang mengajar di kelas yang saat ini kutempati.
ternyata menulis 2 digit angka dan satu nama bulan bisa membuatku melambung begitu tinggi.
aku segera membereskan barang-barang dan berjalan dengan sedikit tergesa ke luar.

hari sudah sore saat aku menapaki lorong terbuka di kampus ini.
langit berwarna jingga kemerahan dan berangsur semakin merah.

17.46.
dan aku sudah telat 16 menit untuk bertemu dengan orang yang akan membantu kepindahanku.

hegh. jam ngaret. kuliah mulai ngaret, apalagi selesainya.


BRUK

" ah. maaf.."

" Maaf juga. maaf saya keburu-buru tadi."
Deg. suara itu. oh tidak, jangan mulai berhalusinasi lagi.
aku segera membereskan buku yang tadi berantakan dan baru akan menyerahkan pada pria yang tadi bertabrakan saat...
" Pake softlens, Ray?"
Danis.
Orang yang kutabrak memang Danis.

aku mengangguk kecil sebagai jawaban.

" cantik."
aku terdiam.
Yeah, great. setelah sekian lama tidak bertemu, reuni ini hanya membuahkan rona kemerahan lain padaku.


sekali lagi terselamatkan oleh senja.

Sunday, 28 November 2010

you just turn into him.
and the feeling it has brought itself.
just, him.
or maybe i just deserve to get some sweet revenge.

Friday, 19 November 2010

angel



Spend all your time waiting
For that second chance
For a break that would make it okay
There’s always one reason
To feel not good enough
And it’s hard at the end of the day
I need some distraction
Oh beautiful release
Memory seeps from my veins
Let me be empty
And weightless and maybe
I’ll find some peace tonight

In the arms of an angel
Fly away from here
From this dark cold hotel room
And the endlessness that you fear
You are pulled from the wreckage
Of your silent reverie
You’re in the arms of the angel
May you find some comfort there

So tired of the straight line
And everywhere you turn
There’s vultures and thieves at your back
And the storm keeps on twisting
You keep on building the lie
That you make up for all that you lack
It don’t make no difference
Escaping one last time
It’s easier to believe in this sweet madness oh
This glorious sadness that brings me to my knees

In the arms of an angel
Fly away from here
From this dark cold hotel room
And the endlessness that you fear
You are pulled from the wreckage
Of your silent reverie
You’re in the arms of the angel
May you find some comfort there
You’re in the arms of the angel
May you find some comfort here 


*great song 
i just miss some coffee
letting its caffeine to find a way back home in my blood just some interesting moment
when you get relax
and suddenly numb -without knowing it-

and maybe i just need some downpour
to take my voice away so no one has to hear when i scream
to hide my soul so no tear would be seen

or another time tunnel to get lost in

Tuesday, 16 November 2010

“When we’ll say our goodbyes we know it’s better that way. We won’t break. We won’t die. It’s just a moment to change all we are, all we are. Is everything this way? All we need, all we need, is a lover’s alibi.”One Republic (via quote-book) (via retiamartisya)

aulia fatwa farizqa

jadi titik mana yang tergores? biar aku hapus agar garisnya tetap mengarah ke arah yang seharusnya. cerita ini membelok terlalu tajam.

(another) from the tumblr of mine

sudah banyak kertas yang dibiarkan kosong
momen yang dibiarkan terlewat
kata yang dibiarkan tersembunyi
tetap diam sampai mata yang terkadang lelah menatap sendiri
entah apa yang mau saya tulis
beberapa waktu ini hidup menuntut menuntun saya menjadi sedikit lebih dewasa.
mengurangi sarkas, dan menerima apa adanya
mungkin untuk itu lembaran kertas itu dibiarkan kosong
mengisi sudut-sudut ingatan saya untuk sekedar mengingatkan
tidak baik mengisi semua dengan terlalu penuh
Q : why did Cinderella run away at midnight?
 A : to remind us that everything does have its limitations, 
even dreams

when rainy going chilly, bitty and hurt(y)

" bagaimana kalau memang kamu berbeda sekarang, Nara?"
" aku hanya memberi kenyataan. kamu yang selalu lari, Re."
" mungkin aku memang hanya mampu sebagai pengecut."
" Re.. kamu lebih dari itu."
" atas semua argumenmu, Nara. berhenti disana. kamu tidak tahu apa-apa sekali ini."
" Ayolah.. sampai kapan kamu akan seperti ini?"
" sampai kamu, Narandra Aleansya Anugrah Putra, berhenti lari, diam dan hadapi esok."
" Re.. ini bukan tentang aku. ini tentang kamu yang menyerah secepat ini."
" diam, Nara. berhenti membacaku. aku lelah."
aku beranjak dari meja itu lalu mulai berjalan perlahan ke arah pintu keluar.
" Re.." Nara memanggilku lembut.
aku hentikan langkahku, menghadap padanya, " hanya saja, itu... berhenti saja."
lalu sanggahannya pergi menghilang ditelan hujan.
" i miss my night when it falls in silently, so there'd would be no more sound but you and me "

- nurulita adm 
" It is our choices that show what we truly are, far more than our abilities. "

- via fuckyeahonhermione 
" so sorry.. but there's always a 'r' and 'e' letters that lost in time. and let it be together with the 'sign' "

- nurulita adm 
" and if you lucky i will be the last regret, your only friend."

- inside-out  by yellowcard
Vonis jatuh
Gagak menjerit
Lagit hitam datang menggebu

Menjerit kelam dalam kepasrahan
Wanita duduk diam sebagai pencandu
Bahwasanya kenyataan ia menyadari dirinya sebagai candu
Entah mengapa terasa mulai menitik

Menggaris urat nadi tepat seperti sebilah belati membagi kertas tipis setebal helaian rambut
Dari sini pena mulai mengalun secara absurd
Membentuk sebuah kisah abstrak yang menjelma dalam nyata

Berderai mata seiring runtuhan nada
Haruskah malamnya datang sekelam ini?

Monday, 8 November 2010

" cause you're so true and it's kinda great to know that truth is not always hurt "

-nurulita adm 

Friday, 5 November 2010

mulai banyak pertanyaan muncul.
mulai banyak peristiwa terjadi.
mau sampai kapan ga peduli, hey?
saya yakin secuil doa kita akan sangat berarti suatu saat.
cara bersyukur untuk sebuah keselamatan bukan dengan merendahkan harga diri demi sekeping uang yang akan habis sia-sia dengan teriakan tidak perlu.
terserah jika memang semua bilang harga diri saya terlalu tinggi.
kalau iya, kalian mau apa?
saya hanya ingin membantu.
miris melihat tumpukan melayang dengan sayang.
saya hanya ingin mencoba membantu.

mau. sampai. kapan. kalian. diam. dan. tertawa. seakan. tidak. ada. apa-apa?