Monday, 27 December 2010

anak lelaki yang sebenarnya pahlawan

sore. semburat. jingga. abu. asbak. gelas. asap. rokok. pemantik. rintik.
buku. rak. lembab. sandwich. kopi. es. jendela.
tawa. hening. asa. menguap seiring rasa yang tak henti berkembang.
kamu.
ya, kamu.
untuk kamu sebuah tulisan tak berarah mengalun.

kamu.
alasan sebuah cerita mimpi mulai mengalir dalam tinta.
tergurat untuk diingat.
diam terdokumentasi dalam nyata.

kamu.
terima kasih.
telah membuat sebuah nyawa berani bermimpi.
"coffee time and talk and laugh and now i'm missing you, pleaaaseeeee"

-nurulita adm 

Friday, 24 December 2010

Before you judge, listen. Before you listen, see. There are always two sides of every story. 




@ 

Thursday, 23 December 2010

perfectly imperfect

" turut berduka cita untuk telinga yang sudah tidak bisa mendengar
sebuah hati yang sudah tidak merasa
mata yang enggan melihat
pikiran yang selalu menyangkal
selamat datang jiwa yang mati di raga yang sehat "

aku mulai kehabisan tenaga, ayah.
untuk sebuah pembuktian yang tak kunjung kau lihat.
dengan sebuah bentuk kepedulian yang selalu kau tampik.
kalau memang kau ingin tak peduli, bukan berarti semua pun harus begitu.
bahwa dunia kita berbeda.
perasaan akan sebuah lelah yang kian menumpuk, mungkin aku sudah tidak bisa meledak.
karena lubang hitam yang kuciptakan untuk menyimpan semua sakit sudah berkembang terlalu besar.
menghisap terlalu banyak. mengetahui terlalu jauh.
dan sebuah hati sedang bertaruh di tepinya.

idealismu mulai membunuh aku perlahan.
meredupkan yang tidak pernah menyala.
menghentikan yang belum sempat dimulai.

sekali ini, ayah.
terima kalau memang aku bukan anak yang sempurna.
bahwa aku berbeda, darimu.

Wednesday, 22 December 2010

home. suddenly seems so far

aku rindu jatuh cinta.
dengan merahnya senja yang terbelah tepat di tengah oleh sinar kuning.
silau. kuat. tapi teduh menenangkan.

aku rindu jatuh di pelukan malam.
menggunakan sulaman yang sudah lelah dikerjakan senja, perlahan menyelimuti dan membuat kidung tipis di perlindungan.

aku masih enggan menangis karena hujan tak kunjung menjemput.

duniaku sedang tidak bersahabat.
oh harusnya aku berhenti melontarkan pembenaran.
aku sedang tidak bersahabat.
sejenak ingin berlari lalu sembunyi.
tanpa dilihat senja dan tidak perlu diketahui malam.
aku sedang ingin bercinta dengan hujan.
diam.
lalu menangis.
" i just miss you, home. come back soon."
 it's not the pain i can hold tight myself. i miss you.
-nurulita adm 

Tuesday, 21 December 2010

december in time

it's december and i'm trying to write (again) my wishes, well random ones.

* i wanna have good score and good IP for this semester
* i need to go somewhere far enough to have some coffee and books and candle
* i wanna have a CD contains : come home-one republic; all i need-tom felton; i started a joke, to love somebody, and don't forget to remember by bee gees (three of them); have i told you lately-power of love; gaze and after the rain by adhitia sofyan; and...i don't know. but all in one CD
* i wanna see some fireworks (i just really miiiisssssss to see them)
* another new hair, new fresh look

come home - one republic

[Verse 1]
Hello world
Hope you're listening
Forgive me if I’m young
For speaking out of turn
There’s someone I’ve been missing
I think that they could be
The better half of me
They’re in the wrong place trying to make it right
But I’m tired of justifying
So i say you’ll..

[Chorus]
Come home
Come home
Cause I’ve been waiting for you
For so long
For so long
And right now there's a war between the vanities
But all i see is you and me
The fight for you is all I’ve ever known
So come home

Oh

[Verse 2]
I get lost in the beauty
Of everything i see
The world ain’t as half as bad
As they paint it to be
If all the sons
If all the daughters
Stopped to take it in
Well hopefully the hate subsides and the love can begin
It might start now..Yeahh
Well maybe I’m just dreaming out loud
Until then

[Chorus]
Come home
Come home
Cause I’ve been waiting for you
For so long
For so long
And right now there's a war between the vanities
But all i see is you and me
The fight for you is all I’ve ever known
Ever known
So come home
Oh

[Interlude]
Everything i can’t be
Is everything you should be

And that’s why i need you here
Everything i can’t be
Is everything you should be
And that’s why i need you here
So hear this now

[Chorus]
Come home
Come home
Cause I’ve been waiting for you
For so long
For so long
And right now there's a war between the vanities
But all i see is you and me
The fight for you is all I’ve ever known
Ever known
So come home
Come home 


-gosh, i LOVE this song

Sunday, 12 December 2010

" What? a lie? "
" No. not at all. it just feels.... fake. " 
-nurulita adm

wake up, little girl. the earth's calling

night, little light, coffee, and you.
just like my favourite.
but minus coffee and you.
now it's just night, a little light and me.
oh well, it's still lovely.
but not with the tears.
and now i'm ruining all my fairy tale, writing some notes which i know you'll read and i just keep writing. in any order my finger walks, in any thought my brain can talk.
you'll just turn into some other man that i feel familiar with.
similar. but not the same.
this one feel... i don't know..worse? oh you silly stupid girl, stop having some high expectation, it would just killing you inside. maybe the problem lies within me. for any stupid dream i've been dreaming of. for any 'lovely' high hopes i've been hoping for. maybe i just need one slap to waking me up.
welcome to reality. and you should stop being too.... i don't know, sensitive?
oh you should just go numb.

#random, really. just some night-selftalked. nothing more.

wake up, little girl. the earth's calling

night, little light, coffee, and you.
just like my favourite.
but minus coffee and you.
now it's just night, a little light and me.
oh well, it's still lovely.
but not with the tears.
and now i'm ruining all my fairy tale, writing some notes which i know you'll write and i just keep writing. in any order my finger walks, in any thought my brain can talk.
you'll just turn into some other man that i feel familiar with.
similar. but not the same.
this one feel... i don't know..worse? oh you silly stupid girl, stop having some high expectation, it would just killing you inside. maybe the problem lies within me. for any stupid dream i've been dreaming of. for any 'lovely' high hopes i've been hoping for. maybe i just need one slap to waking me up.
welcome to reality. and you should stop being too.... i don't know, sensitive?
oh you should just go numb.

#random, really. just some night-selftalked. nothing more.

Thursday, 9 December 2010

sejenak aku merindu mundur dari detik yang kian maju
melangkah mundur. dan menapaki jalan dimulai dari tepi
kalau saja kamu mengerti. dunia ini sudah semakin mundur melalui kesadarannya.
dan betapa waktu berlari begitu cepat meninggalkan moral di belakang.
untuk sesaat aku termenung menatap kopi yang mulai mendingin.
meninggalkan kerak di dasar cangkir putih yang sekarang menjadi kelabu.
duniaku sudah tidak sekontras dahulu.
ada kelabu di tengah sana yang ikut berkontribusi sekarang.

meninggalkan jejak menguning yang akan semakin tertinggal di belakang.
sementara sang waktu menembus dimensi dan moral tertinggal di ketiadaan.

Thursday, 2 December 2010

lantai 3, 2 desember 2010, 15:49

kekangan kata atas nama ilmiah mulai membuat imajinasi buntu.
kerjaan saya sekarang hanya sampai pada memandang layar putih kosong yang mengais untuk digurat.
rindu rasanya mengalirkan kata-kata dan bertingkah selaku pelukis yang sedang menggores kuas kecilnya di kanvas.
saya hanya rindu masa-masa dimana hari itu dengan jelas tak kan kembali.
tidak sekarang, tidak juga nanti.
mungkin suatu saat nanti. saya percaya hal itu seiring dengan kepercayaan saya akan adanya sebuah reinkarnasi.
nihil.
nyaris sempurna mendekati ketiadaan.

saya rindu saat malam saya damai tak terusik dengan dentingan detik yang kian mendekatkan saya dengan fajar.
saat memang hanya ada malam dan hening yang bersatu menguapkan pagi.
dan ketika pagi yang ceria mulai bangun, kami bisa berpisah baik-baik.
akhir-akhir ini hidup kembali menuntut menuntun saya untuk menjadi seorang realis.
hidup dengan area abu yang semakin hari terasa semakin meluas.
mengeliminasi mimpi-mimpi yang selama ini membuat saya hidup.
bahwa pergantian malam dan pagi pun terasa semakin kabur.
hanya disatukan oleh kepanikan yang nampak memang nyata.

tapi tetap saja sisi pemimpi bagai anak kecil yang sedang terbuai tidur selalu ingin kembali meruak.
menepis kenyataan dengan segenggam ego.
kembali terlelap dalam mimpi indah.
untuk semua wanita adalah putri.
dan seorang pria adalah pangeran yang menemukan sepatu kaca sebelah, atau putri yang sedang tertidur sekian lama, atau putri yang meninggal karena racun, atau seorang duyung yang rela menjadi manusia.

atau mungkin sebenarnya saya yang terlelap terlalu lama dengan mimpi indah di sebuah pulau yang memang tidak pernah ada?
ga bisa nulis !!

-ARMAND