sejenak aku merindu mundur dari detik yang kian maju
melangkah mundur. dan menapaki jalan dimulai dari tepi
kalau saja kamu mengerti. dunia ini sudah semakin mundur melalui kesadarannya.
dan betapa waktu berlari begitu cepat meninggalkan moral di belakang.
untuk sesaat aku termenung menatap kopi yang mulai mendingin.
meninggalkan kerak di dasar cangkir putih yang sekarang menjadi kelabu.
duniaku sudah tidak sekontras dahulu.
ada kelabu di tengah sana yang ikut berkontribusi sekarang.
meninggalkan jejak menguning yang akan semakin tertinggal di belakang.
sementara sang waktu menembus dimensi dan moral tertinggal di ketiadaan.