meliuk lemah seperti asap yang sudah siap hilang dari pandangan
tak berdaya menentang angin
hanya diam mengikuti hembusan sampai akhirnya letih menentang
pikiranku meracau
kabur diseling kabut
mengembunkan kaca
menghalangi pandangan
sulit melihat
yang ada malah air mata
perih
kedinginan sendiri
mencoba berjalan
yang terjadi malah mati tertabrak