Thursday, 1 April 2010

sumpah ini sarkatis bangetlah

kataku melantur
meliuk lemah seperti asap yang sudah siap hilang dari pandangan

tak berdaya menentang angin
hanya diam mengikuti hembusan sampai akhirnya letih menentang

pikiranku meracau
kabur diseling kabut
mengembunkan kaca
menghalangi pandangan

sulit melihat
yang ada malah air mata
perih
kedinginan sendiri

mencoba berjalan
yang terjadi malah mati tertabrak