Saturday, 27 March 2010

saat untuk pulang

waktu sedang mengantuk
sudah hampir tidur saat baru aku 'nina-bobo'kan
sayangnya angin berhembus kencang
meniup awan kelabu yang membawa hujan
petir yang sedang bermain bersama pun mengikuti

maka Sang Waktu kembali bangun

terkejut karena kelalaian menjalankan tugas,
ia pun berlari dan mulai kehabisan napas
mencoba melambatkan larinya,
namun gravitasi menariknya untuk terus mendekat

perlahan, waktu mulai kehabisan keseimbangan dan berjalan tak karuan
detiknya berjalan mengikuti adrenalin yang tak terkontrol

menit bergeser secepat detak yang semakin kencang

satuan jam terengah mengikuti napas yang semakin tipis

tapi sayangnya aku masih tak bisa menikmati tontonan itu
karena tepat sebelum Sang Waktu berhenti,
nadiku terhenti lebih dahulu saat mendapati aku harus berjalan menjauh darimu