Tuesday, 20 April 2010

no, not another her, please

Tuhan..
saya letih memaki
saya bosan mengeluh

jadi sekali ini saya ingin diam
tapi tidak bisa
bebannya berat

satu saja sudah cukup, Tuhan
lalu mengapa masih ada yang kedua?

salahkah untuk sebuah waktu yang sempat terbuang?

karena kadang saat ingin menolong, orang itu yang pergi terlebih dahulu
membalikkan punggung dan memilih pergi saat diajak bicara
selalu terasa salah untuk senang
terasa terbebani hanya untuk sekedar tertawa bersama di luar lingkaran

terlalu banyak pembatas
terlalu sesak untuk bernapas
terlalu banyak kata untuk menyamakan persepsi

saya juga bukan ban serep yang ada saat kamu sedih saja

saya juga pernah menjadi ban serep kamu, kan?
kalau begitu terima saja..
kita seri