sanguinis memang.
tapi saya juga tidak senyaman itu untuk terus berjalan di bawah spotlight terus menerus.
apalagi saat yang menyoroti adalah orang-orang terdekat.
tragis sungguh.
tapi ini tetap saya, hey.
bukan menjadi seorang diktator atau apapun seperti yang biasanya terjadi.
bosan sangat.
jengah saat teralu banyak sapaan berlebihan.
lebay kata mereka.
muak untuk saya.
ini memang sesuatu yang harus disyukuri.
maka saya ucapkan alhamdulillah.
tapi bukankah Allah membenci sesuatu yang berlebihan?