sapaan angin lembut menyapa daun kering yang menua
menyirat guratan keraguan sepi di ujung simpang
langit berpeluh tak lama lagi
mengisi kosongnya haru dalam benak
meruang bersama tawa lepas layang-layang putih besar di ambang horison
"aku melemah," jeritnya
"mengapa?" sesaat tiba sang angin bertanya
"karena kamu berhenti mewarna dunia."
anggun nian layang pun pergi