Thursday, 2 September 2010

autis sarcatism

sapaan angin lembut menyapa daun kering yang menua
menyirat guratan keraguan sepi di ujung simpang
langit berpeluh tak lama lagi
mengisi kosongnya haru dalam benak
meruang bersama tawa lepas layang-layang putih besar di ambang horison
"aku melemah," jeritnya
"mengapa?" sesaat tiba sang angin bertanya
"karena kamu berhenti mewarna dunia."
anggun nian layang pun pergi