namanya Anandra Raya Utami.
biasa dipanggil Raya.
anak tunggal dari ayah Padang dan ibu Itali.
cantik.
hahhh..
aku bukan pria pandai yang mendeskripsikan seseorang.
yah.. pokoknya dia cantik.
dan baik.
dan senyumnya manis.
dan ketawanya sangat enak didengar.
dan bahasa tubuhnya indah.
dan muka cengonya sangat lucu.
dan tingkah kikuknya menggemaskan.
dan aku mulai meracau.
lagi-lagi mulai meracau tentang dia.
dan sekarang aku sedang berada di hadapan laptop, membuat soft copy dari foto-foto yang selama ini tersimpan di kamera hitamku.
102 foto.
102 foto dari 203 fotoku adalah Raya.
wow!
aku tidak sadar sudah sebanyak itu foto yang aku ambil tanpa sepengetahuannya.
ah yaa..
what a nice one to be a stalker sometimes.
sudah beberapa hari ini aku dan dia bertemu setiap hari.
entah dihabiskan dengan tawa lepasnya atau diam.
kami bisa diam beberapa jam sambil melihat ombak dan menikmati bingkai langit indahnya.
yah..
aku memang tidak pernah bisa melepas laut.
apalagi sekarang.
saat laut membingkai cerita aku dan Raya.
membingkai cerita?
baiklah. hentikan, hentikan.
atau hal selanjutnya yang akan aku lakukan adalah membuat puisi manis yang dimasukkan botol lalu dihanyutkan ke laut.
danis!
hentikan. sekarang. juga.
yah..
intinya laut dan Raya adalah sebuah rangkaian yang sebenarnya perlu untuk selalu diingat.
sangat perlu.