kalau memang aku terlahir menjadi seorang spontan yang sangat riang gembira,
mungkin aku sudah berteriak di tengah keramaian, " hey kamuuuu...iyaa kamuu..aku cinta kamu."
mungkin juga di hari lain saat aku menjadi seorang keras kepala dan pemarah,
mungkin aku sudah mencaci di tengah hujan, " kamu! mengganggu tau!"
dan tidak menutup kemungkinan di suatu hari saat aku menjadi seorang melankolis yang tak bisa berhenti bicara,
mungkin aku sudah memelukmu di pinggir jalan sambil menangis, " kamu. jangan pergi."
dan kalau memang aku bukan menjadi aku yang sekarang,
maka mungkin aku sudah mengetuk pintu rumahmu, membawakan secangkir kopi dan masakan kesukaanmu,
tersenyum, " hey kamu. terima kasih."