Friday, 8 January 2010

rum raisin in one night - fyi, i hate raisins-

di waktu yang sama, bertempat di sebuah keheningan malam yang mulai menginjak shubuh.
sebuah ketikan terdengar di kamar yang ukurannya cukup besar untuk dihuni oleh seorang gadis sendirian.

ahhh...
kenapa akhirnya aku harus menulis namanya?
kenapa nama itu yang keluar malam ini?


"Diandra.
Diandra Adisti Prawirasastra.

wanita yang seumur dengan Tian.
berkulit kuning langsat.
rambut hitam legam.
sangat Indonesia.
dan juga memiliki kelembutan serta pesona gadis Indonesia.
sedikit pria yang bisa menolaknya."

dan Nara...
ahh..
entahlah dia ada di kelompok mana.

"dewasa.
berpikiran terbuka.
lemah lembut."

kurang sempurna apa, dia?

"aktif di berbagai kegiatan.
kuliah dengan beasiswa penuh di Oxford.
walaupun dia adalah anak tunggal dari Prawirasastra."

baiklah.
semakin banyak yang kutulis, semakin banyak hal yang terlihat darinya.
dan memberi pukulan telak bagiku bahwa ia adalah sosok yang sempurna.

"berdomisili di Inggris.
kudengar sudah mulai dilirik beberapa perusahaan yang memiliki pengaruh cukup kuat di Inggris Raya.
termasuk perusahaan Hanggaatmadja.
padahal ia masih menyelasaikan gelar masternya -lagi-lagi dengan beasiswa penuh-."

dan Nara sedang ada di Inggris untuk menemuinya.

file. save as. pomeriggio.