Thursday, 10 June 2010

bitty chilly night

" Re.." aku memalingkan wajahku.
" Re, please.."
" Natra..I'm fine. Just, need a little of time for a while."
" I'm off, okay? take your time. text me when it's all done."
aku mengangguk, membuang muka pada pemandangan indah di depanku.


maaf, Natra..
bukan sekarang waktu yang tepat untuk menghadapkan wajahku padamu, emosiku terlalu terbaca.
dan aku malu.


pintu geser berbunyi klik pelan saat Natra menutupnya perlahan.
kuhitung sampai lima sebelum aku berlutut sambil berpegangan pada teralis balkon.
mau menangis tapi tidak bisa.
mau tertawa tapi pasti akan terasa miris.
tapi sejujurnya emosi ini terlalu menekan.

pintu perlahan terbuka menyerbakkan wangi hangat yang selalu kukenal.
aku tidak berpaling, masih malu menghadapi lawan bicara.

dia mengambil posisi duduk persis di sebelahku.
duduk bersila dan diam.
aku juga masih diam sambil masih memegang teralis balkon.
sosok hangat itu membuka jas hitamnya, melemparnya ke arah kursi kayu yang ada di belakang kami, lalu kembali diam.
membuat kami terlihat seperti dua anak idiot berpakaian hitam di balkon sebuah gedung apartemen.

cukup lama kami terdiam.
pikiranku kosong.
membiarkan semua hal kabur dan flashback dan segala macam apapun itu berseliweran disana.
tak ada yang berarti.
seperti kekosongan pikiran yang mendadak mengalir tak henti.

tangan itu perlahan merayap merangkul dalam gelap.
meraih sehalus mungkin mengarahkan ke arah bahu bidangnya yang juga terbungkus kemeja sepekat malam.

" Nangis aja ya.. Jangan bunuh diri dengan diam."

aku masih diam. masih kuat menahan tangis. hem..masih belum bisa menangis sebenarnya.
kekosongan pikiran mulai merambat ke arah rasa.
yah, rasanya kosong disana.

" Diammu yang membunuhku."

dan saat itu semua kembali.
membawa perih yang selama ini terpojok diam di sudut hati.
mengalirkan air mata pelahan di ujung kelopak yang mulai terasa berat.

" Tian.."

" Ssssttt.. hanya aku dan kamu. Jadi tenang saja malam ini."

malam itu pun habis dengan menangis sampai aku tidak kuat dan sejenak kehilangan kesadaran.

*mendadak udah nyampe sini, yang lainnya nanti diposting yaaa