Friday, 7 May 2010

masih kamu, masih momen itu

aku ingin menulis
melanjutkan cerita yang berawal dari kamu
tapi tidak akan ingin aku akhiri

sebuah refleksi yang aku tulis
tentang sebuah rasa
mimpi
harapan
dan sedikit kenyataan

yang pasti aku bisa melagukan sebuah nada rasa secara gamblang disitu
saat tidak setiap rasa bisa aku petakan dengan jelas padamu

tapi kali ini semuanya buntu
aku tak ingin merefleksikan hal yang terjadi pada layar putih kosong
aku sedang tidak ingin membuatnya berwarna
biarkan saja ceritanya bolong disana

kenapa?
karena kali ini,
bahkan refleksi pun tak akan bisa memetakan rasa yang sedang ada