Thursday, 12 November 2009

Elegi malam yang datang menjerit

Mencoba bertahan.
Dan nurani menjerit.
Mencoba tersenyum.
Dan air mata tertahan.
Lagi..

Ingin teriak.
Apa daya,mulut terbungkam.
Ingin bersuara.
Apa daya,nada menghilang.

Hanya ingin bersandar untuk sementara.
Mengibarkan bendera atas nama harapan dan asa.
Apa daya tak ada angin.
Yang ada hanya sebuah tongkat yang berdiri dengan -mencoba- tegar di tengah gelak tawa.
Sendirian.

Impian pun berpulang.